Tokoh dan Penokohan dalam Novel : Character Development

Tokoh dan Penokohan

TOKOH DAN PENOKOHAN

Tokoh dan penokohan adalah pemeran dalam sebuah cerita dan sebuah cara bagi penulis untuk mengembangkan dan menggambarkan karakter yang berperan di dalam ceritanya melalui watak, sifat dan sikap, serta hal-hal lain yang menjadi pertimbangan.

Perbedaan tokoh dan penokohan ialah tokoh cerita merupakan pribadi yang memiliki watak dan perilaku sebagai pelaku yang berperan serta yang mengalami peristiwa dalam sebuah cerita.

Sedangkan penokohan hanyalah sebuah cara penggambaran dari tokoh yang berperan di dalam cerita atau lebih tepatnya bisa disebut sebagai proses pemberian sifat dan sikap.

Agar dapat membentuk seorang tokoh dan mengembangkan penokohan-nya diperlukan sebuah rencana dan rancangan yang di dalam ilmu kepenulisan novel disebut sebagai character development.

Character Development dalam dunia pernovelan merupakan proses pembentukan sebuah tokoh yang diciptakan melalui latar belakang / back-story dan memilih perannya di dalam cerita.

DEFINISI TOKOH DAN PENOKOHAN

Tokoh dan Penokohan merupakan salah satu unsur novel yang perlu diperhatikan secara serius dan menjadi syarat mutlak sebuah karya tulis dapat dikategorikan sebagai novel atau cerpen.

Tokoh yang memiliki peran di dalam cerita, masing-masing memiliki penokohan yang terpengaruh oleh hal-hal lain di dalam cerita, misalnya sebuah masa lalu, latar belakang,  tempat tinggal dan kehidupan lingkungan sosial, serta hal-hal lain yang akan kita bahas lebih secara rinci di dalam artikel ini.

Sedangkan penokohan membuat tokoh yang berperan di dalam cerita mempunyai sifat, sikap, watak, tujuan, keinginan, ketakutan, dan hal lain yang menjadi karakteristiknya.

Secara sinonim, tokoh dan penokohan mirip dengan karakter dan karakteristik. Di mana tokoh berarti karakter, dan penokohan berarti karakteristik.

TOKOH CERITA

Tokoh cerita adalah orang yang memiliki peran di dalam sebuah cerita atau pelaku yang berperan sehingga mempengaruhi jalan cerita serta menciptakan interaksi.

Karakter atau tokoh cerita memiliki perannya masing-masing. Perannya ini mempengaruhi cara si tokoh berinteraksi dengan tokoh lainnya, juga menciptakan pemikiran dan perilakunya sendiri yang membentuk sifat dan sikap.

Tokoh Menurut Para Ahli

  • Menurut pendapat Aminudin (2002: 79) tokoh merupakan pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita sehingga peristiwa itu dapat menjalin suatu cerita.
  • Menurut pandangan Nurgiyantoro (1995: 165) istilah tokoh mengarah pada personal yang menjadi pelaku di dalam sebuah cerita.
  • Menurut Abrams (dalam Nurgiyantoro 1995:165) tokoh cerita merupakan orang-orang yang ditampilkan di dalam suatu karya naratif dengan kualitas moral dan hal-hal tertentu yang diekspresikan melalui ucapan dan dilakukan dengan tindakan.
  • Menurut pendapat Sudjiman (1988: 16) tokoh iala individu rekaan yang mengalami peristiwa di berbagai peristiwa dalam sebuah cerita.

Dari pengertian para ahli yang sudah dijabarkan di atas, maka dapat disimpulkan, bahwa tokoh cerita ialah pribadi yang memiliki kerpibadian, tokoh yang memiliki penokohan, karakter yang memiliki karakteristik.

Tokoh dan Penokohan

RAGAM TOKOH DALAM CERITA NOVEL

Ragam tokoh dalam sebuah cerita novel mempengaruhi jalan cerita dengan cara saling memberikan reaksi dan interaksi dengan tokoh lain, sehingga menimbulkan hal-hal yang membuat cerita semakin memiliki arah ceritanya.

Berikut ini, 4 Ragam Tokoh yang selalu ada di setiap cerita novel mana pun:

1. Protagonis si Tokoh Utama

Protagonis merupakan sebutan untuk tokoh utama di dalam cerita atau pemeran yang memiliki sorotan paling banyak, dengan kata lain; protagonis merupakan karakter yang menjadi kendali cerita.

Banyak yang beranggapan bahwa protagonis itu ialah tokoh yang digambarkan dengan penokohan bagaikan malaikat yang memiliki sifat lembut dan sikap penuh kesabaran.

Jangan pernah beranggapan bahwa protagonis itu sama dengan tokoh yang baik. Tidak! Protagonis itu merupakan tokoh utama di dalam cerita.

Dia lah tokoh yang sedang diceritakan.

Protagonis tidak perlu didefinisikan sebagai karakter yang baik. Mau dia tidak bermoral, tidak memiliki etika atau penampilannya yang buruk. Seorang protagonis, tetaplah protagonis.

Biasanya, protagonis digambarkan sebagai tokoh yang kekanak-kanakan. Itu lah mengapa sebuah cerita novel, pasti menceritakan bagaimana proses perkembangan atau metamorfosis si protagonis lewat konflik yang dihadapinya.

Dengan kata lain, protagonis mewakiliki diri pembaca yang belajar menghadapi sebuah rintangan dan tantangan.

Contohnya, Naruto di series Naruto Shipudden dan Harry Potter di series Harry Potter. Itu lah mengapa kedua cerita itu menggunakan nama mereka sebagai judul ceritanya. Ya karena cerita itu sedang menceritakan mereka.

2. Antagonis si Tokoh Penentang

Antagonis merupakan sebutan untuk tokoh yang bertentangan dengan tokoh utama di dalam cerita. Antagonis, kerap digambarkan sebagai lawan peran protagonis.

Pendefinisian antagonis sebagai tokoh yang jahat merupakan sudut pandang yang pembaca gunakan dari perspektif protagonis. Hal itu disebabkan karena antagonis selalu bertentangan dengan protagonis.

Padahal, antagonis bisa datang dari orang-orang yang protagonis anggap memiliki peran penting di dalam hidupnya. Serta, di beberapa cerita, misalnya Squid Game, sebuah serial Netflix. Antagonisnya justru si protagonisnya itu sendiri.

Hal yang membuat antagonis memilih menjadi penentang ialah sisi realistisnya. Kerap kali, antagonis memiliki kedewasaan pemikiran atau pikirannya lebih realistis dari protagonis.

Antagonis mewakili pemikiran realistis pembaca yang sedang berjuang melawan sifat buruknya lewat perwakilan dari protagonis.

Contohnya: Uchiha Obito di series Naruto dan Voldemort di series Harry Potter. Kedua tokoh itu lebih berambisi dan tahu tujuan hidupnya sehingga memilih jalannya sendiri.

3. Deutaragonis si Tokoh Netral

Deutaragonis merupakan sebutan untuk tokoh yang netral di dalam cerita. Deutaragonis bisa berpihak ke protagonis atau bahkan juga bisa berpihak ke antagonis.

Biasanya, deutaragonis memiliki latar belakang atau back-story khusus yang membuatnya memilih menjadi tokoh netral di dalam cerita.

Di beberapa kesempatan misalnya, deutaragonis menggunakan sisi netralnya itu untuk membantu protagonis atau juga bisa digunakan untuk mempengaruhi antagonis.

Bisa dikatakan, deutaragonis merupakan penggambaran dari sifat netral pembaca yang kadang-kadang menciptakan kelabilan dengan alasan dan juga bentuk dari kebimbangan pembaca karena sebuah alasan tertentu.

Contohnya: Hatake Kakashi di series Naruto dan Severus Snape di series Harry Potter. Keduanya digambarkan sebagai sosok mentor yang memahami sisi antagonis dan sisi protagonis.

4. Tritagonis si Tokoh Ketiga

Tritagonis merupakan sebutan untuk tokoh ketiga di dalam cerita yang sama pentingnya seperti protagonis mau pun antagonis.

Hal itu disebabkan tritagonis memiliki koneksi antara latar belakang protagonis sehingga dia terpilih menjadi tokoh utama dan koneksi latar belakang dengan antagonis yang membuatnya memilih menjadi tokoh penentang di dalam cerita.

Tritagonis kerap digambarkan sebagai tokoh yang menjadi alasan sebuah konflik muncul. Konflik itu biasanya timbul karena ambisi si antagonis yang terbentuk karena tritagonis itu sendiri.

Contohnya: Minato Namikaze di series Naruto dan Albus Dumbledore di series Harry Potter. Keduanya merupakan tokoh yang melahirkan antagonis dan protagonis.

Well, keempat tokoh dan penokohan-nya akan dibahas di artikel yang berbeda.

5. Figuran si Tokoh Pendukung

Figuran di dalam sebuah cerita novel merupakan sebutan untuk tokoh pembantu atau tokoh yang perannya di dalam cerita tidak terlalu penting, tetapi hadirnya memberikan kesan tertentu.

Figuran meski menjadi tokoh yang perannya tak terlalu penting di dalam cerita, ternyata dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

Ⅰ. Sidekick atau Pendamping

Sidekick merupakan tokoh yang hadirnya di dalam cerita menjadi teman dekat atau pemdamping protagonis dalam menggapai tujuannya.

Hadirnya sidekick di dalam cerita selaras dengan pencapaian yang ingin dituju protagonis. Namun, pencapaian itu memiliki jalan cerita yang berbeda.

Meski tidak terlalu penting, sidekick dilambangkan sebagai motivasi bagi pembaca yang kerap memberikan semangat, masukan dan kadang-kadang menjadi penyebab kekacauan karena berlebihan.

Ⅱ. Love Interest

Love interest merupakan tokoh yang memekarkan benih-benih bunga cinta. Love intereset membuat protagonis mempercepat proses petualangan atau perjalan batin si tokoh dalam menggapai sesuatu.

Bisa dikatakan, love interest menjadi perwakilan sisi bucin si tokoh. Love interest pula yang menjadi tokoh yang mampu membuat tokoh bertindak atau pun terjatuh karena dia mampu mengatasi emosi protagonis.

Ⅲ. Mentor

Mentor merupakan tokoh yang melindungi atau membimbing protagonis menghadapi permasalahan utama. Mentor sering digambarkan sebagai pemandu protaginis dalam mencapai tujuannya.

Hadirnya, mampu meningkatkan moralitas dan memperbaiki jati diri si protagonis lewat dukungan dan penentangan karena telah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tinggi dan sangat dibutuhkan protagonis.

PENOKOHAN

Penokohan merupakan cara penulis menggambarkan seorang tokoh di dalam cerita dengan memberikan sifat, sikap dan arah tujuan hidupnya, baik keadaan lahir maupun batin yang bisa berubah seiring perkembangan alur cerita.

Penokohan lah yang mempengaruhi bagaimana si tokoh berpikir, bertindak dan melakukan suatu hal di dalam cerita. Penokohan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa si tokoh mempunyai karakteristiknya sendiri.

Penokohan Menurut para Ahli

  • Menurut Jones dalam Nurgiyantoro (1995:165) penokohan merupakan proses     melukis gambaran  tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita.
  • Menurut Sudjiman (1988:22) penokohan atau perwatakan, watak ialah kualitas nalar dan jiwa tokoh yang membedakannya dengan tokoh lain. 

Tokoh dan Penokohan

    TEKNIK PENOKOHAN

    Dalam pemahaman tokoh dan penokohan. Proses penggambarannya yang meliputi sifat, sikap dan watak tokoh dapat ditampilkan melalui:

    1. Reaksi dan Interaksi dari tokoh lain yang berperan
    2. Tokohnya sendiri, atau
    3. Melalui deskripsi author-nya melalui narasi.

    Ketiga hal di atas melibatkan proses pembentukan dan perubahan watak tokoh di sepanjang alur sehingga mengubah peran sebagai tokoh di dalam cerita.

    Teknik penokohan merupakan pendiskripsikan tokoh dan penokohan-nya lewat deskripsi perwatakan si tokoh agar dapat dikenali pembaca yang dapat dilakukan melalui dua macam teknik penokohan, yakni:

    Teknik Penokohan Analitik

    Teknik penokohan analitik, atau naratif ialah sebuah cara bagaimana tokoh ditampilkan langsung melalui uraian, deskripsi atau penjelasan yang memaparkan pemikiran, perilaku dan penampilan.

    Teknik penokohan analitik tidak membutuhkan banyak deskripsi agar pembaca tidak terusik ketika memerhatikan plot.

    Akan tetapi, apabila tokoh telah ditampikan dengan teknik analitik, diperlukan konsisten penokohan agar tidak terjadi perubahan yang signifikan.

    Teknik Penokohan Dramatik

    Teknik penokohan dramatik merupakan sebuah cara menampilkan tokoh secara tidak langsung. Teknik penokohan ini tidak mendeskripsikan secara eksplisit sifat dan serta tingkah laku si tokoh.

    Biasanya, watak tokoh ditafsirkan melalu ucapan, pikiran, perbuatan, tindakan, respon, ucapan dan pendapat si tokoh atau tokoh lain yang berinteraksi dan memberikan reaksi.

    Biasanya, penulis akan membiarkan tokoh-tokoh memperlihatkan karakter-karakternya melalui tingkah laku dan peristiwa yang sedang terjadi.

    Hal-hal seperti kejadian-kejadian yang terjadi di sebuah karya fiksi tidak hanya digunakan sebagai pengembang plot, tetapi harus ikut andil menceritakan proses pendirian dan peneguhan karakteristik masing-masing tokoh.

    CARA MENENTUKAN PENOKOHAN

    Menentukan penokohan di dalam cerita dapat dilakukan dengan melibatkan dua unsur yang menjadi bibit dan benih yang tumbuh seiring perubahan situasi dan persitiwa yang dihadapi si tokoh di dalam cerita.

    Unsur-unsur penokohan ini lah yang membentuk dan memahat kondisi lahir dan batin si tokoh dan penokohan-nya.

    UNSUR INTRINSIK

    Unsur intrinsik tokoh dan penokohan yang terpengaruh di dalam batinnya terjadi karena hal-hal seperti berikut:

    • Ambisi dan cita-cita yang ingi diraih
    • Tujuan yang ingin dicapai
    • Motivasi yang terbentuk dan mendorong
    • Impian yang ingin digapai
    • Ketakutan dan Kelemahan

    UNSUR EKSTRINSIK

    Unsur ekstrinsik tokoh dan penokohan yang terbentuk di luar batin si tokoh terjadi karena hal-hal sebagi berikut:

    • Lingkungan tempat tinggal
    • Situasi sosial
    • Kebudayaan
    • Kepercayaan yang dianut

    Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik apabila digabungkan akan melahirkan seorang tokoh dan penokohan yang terbentuk karena dirinya sendiri.

    Penggabungan kedua unsur itu membuat tokoh dapat:

    • Menentukan cara bicara, memberikan respon ke orang lain dan memiliki logat bicara
    • Memilih gaya berpenampilan yang sesuai dengan kepribadiannya.
    • Membentuk fisik dan mental si tokoh

    Sekian artikel tentang tokoh dan penokohan dalam novel yang telah rinci dibahas panjang lebar dengan melibatkan hal-hal lain yang terkait dalam proses pemahaman tentang character development ini.

    Akhir kata sebagai penutup. Terima kasih sebanyak-banyaknya buat kamu yang penuh antusias dan ingin belajar banyak tentang dunia pernovelan. 

    - - - - -

    Disusun oleh : Alfin E. Libra

    Disunting oleh : Hend Jobers

    Posting Komentar

    0 Komentar