MEMAHAMI FORESHADOWING DARI SERIAL NETFLIX - SQUID GAME

Boneka Squid Game Viral

TipsMenulis.Online - Pada artikel ini, mari membahas dan mendalami makna foreshadowing di cerita fiksi dan contoh foreshadowing dari serial Netflix berjudul Squid Game.

Squid Game adalah serial Netflix yang berasal dari Korea Selatan, menceritakan sebuah permainan masa kecil dengan dikemas berbentuk kompetisi bertahan hidup.

Berdasarkan informasi dari Wikipedia, Squid Game dilabeli genre Drama, Survival, Thriller, dan Fiksi Laga.

Acara ini memiliki age rating atau peringkat usia minimal 15 tahun, dengan adegan kekerasan dan mengerikan di setiap episode. Ditayangkan pertama kali pada 17 September lalu dengan jumlah episode Squid Game sebanyak 9 episode.

Squid Game bisa ditonton di platform streaming Netflix. Karena serial ini memang serial khusus yang diproduksi Netflix Korea.

Squid Game menceritakan tentang orang-orang yang memiliki masalah finansial sehingga memutuskan untuk ikut berkompetisi merebutkan hadiah 45,6 Miliar Won.

Notebook Squid Game Series
Notebook Squid Game Series | Ambil Sekarang di sini -->Notebook

Peserta Squid Game ialah orang-orang yang mengalami kesulitan hidup, terlilit hutang, dan orang-orang yang merasa terasingkan.

Tidak bermaksud men-spoiling alur cerita Squid Game. Di kesempatan ini, hanya akan memahami salah satu teknik storytelling yang disebut foreshadowing dan hal-hal terkait agar meningkatkan kemampuan menulis dan juga storytelling.

FORESHADOWING DI DALAM SERIAL NETFLIX : SQUID GAME

So, let's chek this out!

Apa itu Foreshadowing?

Foreshadowing di ilmu kepenulisan novel merupakan salah satu teknik storytelling yang melibatkan waktu dan digunakan sebagai indikasi atau petunjuk yang sengaja dijatuhkan agar dapat memberikan firasat kepada pembaca akan hal yang berkemungkinan terjadi kemudian di alur cerita.

Foreshadowing dapat menarik perhatian pembaca dan membuat mereka merasa terlibat di dalam cerita karena menciptakan ketegangan dan rasa ingin tahu.

Dengan begitu pembaca harus memahami rentetan peristiwa serta hal-hal yang akan terjadi dan telah terjadi di alur cerita.

Secara makna, foreshadowing apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti petunjuk, pertanda atau firasat.

Tetapi, kata firasat dalam Bahasa Inggris disebut dengan foreboding.

Jika dikaji lebih detail, foreboding bisa dikatakan sebagai bagian dari foreshadowing.

Kok bisa foreboding disamakan dengan foreshadowing?

Secara definisi, foreshadowing bisa dikatakan sebagai petunjuk, pertanda atau firasat pada suatu hal mendatang yang memiliki kemungkinan akan terjadi.

Di sisi lain, foreboding lebih ke perkiraan, prediksi atau perasaan.

Perbedaan foreshadow dengan foreboding, yaitu: perkiraan atau prediksi bisa saja tidak terjadi karena hanya sebuah perasaan.

Sedangkan firasat atau petunjuk berkemungkinan akan terjadi karena memiliki tanda-tanda yang ditunjuk.

Apa Fungsi Foreshadowing di Dalam Cerita Fiksi?

Foreshadowing memiliki fungsi di dalam cerita fiksi sebagai pengembang suasana, meningkatkan antusiasme pembaca dan membuat pembaca harus ikut terlibat di dalam cerita.

Selain itu, foreshadowing juga memberikan persiapan ke pembaca secara emosional tentang hal-hal yang akan terungkap di dalam cerita. Seperti kematian atau hal yang sudah diperingatkan di sepanjang cerita.

Hal itu yang membuat foreshadowing kerap disamakan dengan ironi dramatis.

PERBEDAAN FORESHADOWING DENGAN IRONI DRAMATIS.

Ironi Dramatis dapat terjadi dalam sebuah karya sastra ketika pembaca mengetahui sesuatu melalui narasi yang tidak diketahui beberapa karakter di dalam cerita.

Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ironi memiliki makna sebagai kejadian atau situasi yang bertentangan dengan sesuatu yang diharapkan atau seharusnya terjadi.

Ironi Dramatis sendiri dibagi ke dalam tiga jenis:

  • Dramatis : pembaca sudah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui karakter di dalam cerita. Ada bentuk khusus dari ironi dramatis yang disebut ironi tragis di mana pembaca tahu bahwa salah satu karakter membuat kesalahan saat melakukan sesuatu.
  • Situasional : Perbedaan antara hal yang diharapkan terjadi dalam situasi tertentu dan hal yang benar-benar terjadi.
  • Verbal : Salah satu tokoh mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan makna atau hal yang dirasakannya.

Perhatikan bahwa dari tiga jenis ironi di atas, hanya ironi verbal lah yang dilakukan dengan sengaja.

Jadi, perbedaannya foreshadowing dengan Ironi Dramatis hanya pada:

  • Foreshadowing tidak disadari pembaca, sedangkan
  • Ironi Dramatis disadari pembaca.

Selain disadari pembaca, foreshadowing juga kadang-kadang disadari oleh tokohnya sendiri.

Ketika tokoh menyadari semua petunjuk-petunjuk yang dijatuhkan di sepanjang alur. Hal itu menciptakan sebuah flashback atau call-back yang membuat si tokoh mengingat kembali.

PERBEDAAN FORESHADOWING DENGAN FLASHBACK

Tentu saja kedua hal itu berbeda dari segi pemahaman dan penggunaan.

Foreshadowing merupakan petunjuk atau firasat. Sedangkan flashback merupakan kilas balik yang terjadi di masa lalu atau ketika tokoh berusaha mengingat dan menghubungkan semua petunjuk yang didapatkan.

Penggunaan flashback juga tidak boleh asal. Ada tekniknya!

Teknik Menulis yang Mirip dengan Foreshadowing

Ada sejumlah teknik storytelling yang tumpang tindih dengan foreshadowing. Berikut ini beberapa teknik menulis yang mirip dengan foreshadowing, tentu saja perlu diingat:

Chekhov’s Gun

Chekhov Gun merupakan salah satu teknik storytelling terbaik yang mirip dengan foreshadowing. Penulis asal Rusia, Anton Chekhov bilang;

"Jika kamu mengatakan di bab pertama bahwa ada senapan yang tergantung di dinding, di bab kedua atau ketiga; senapan itu harus ditembakkan atau digunakan”.

Chekhov’s Gun mengacu pada gagasan bahwa setiap elemen dalam sebuah cerita harus berkontribusi ke seluruh alur cerita, dan setiap detail yang "membentuk" suatu hasil harus "ikut terbentuk" dalam beberapa cara.

Red Herring

Red Herring adalah sebuah idiom bahasa Inggris yang memiliki makna ‘logika sesat’.

Logika sesat ini digunakan sebagai pengalih perhatian atau perbincangan dari masalah utama yang terjadi di dalam cerita.

Makna ini tidak sama seperti ‘a strew man’ yang berarti mengubah pandangan lawan.

Flashforward

Kebalikan dari flashback, flashforward yang juga dikenal sebagai prolepsis, membawa pembaca ke depan untuk melihat sekilas atau bisa dikatakan sebagai penerawangan.

Berbeda dengan foreshadowing, karena flasforward secara jelas menunjukkan hal-hal yang sudah pasti akan terjadi tanpa harus diberikan petunjuk. Seperti, takdir atau sebuah ramalan.

Cerita yang menggunakan flashforwards membuat pembaca bertanya-tanya akan sebuah alasan tentang mengapa hal itu bisa terjadi. Bukan tentang, hal yang akan terjadi.

Squid Game poster

CONTOH DARI SERIAL NETFLIX - SQUID GAME

Squid Game atau Ojing-eo gim dalam bahasa Korea merupakan serial Netflix terlaris di dunia yang mulai ditayangkan pada 17 September 2021.

Premise Squid Game

Empat ratus lima puluh enam orang yang berasal dari penjuru Korea diundang bermain ke sebuah kompetisi bertahan hidup yang misterius dengan hadiah melimpah.

Semua peserta terpaksa mengikuti permainan itu karena alasan yang sama, sama-sama berjuang secara finansial dalam hidup aslinya.

Tidak peduli perempuan atau laki-laki, tua mau pun muda. Semuanya berkompetisi di dalam serangkaian permainan anak-anak tradisional Korea.

Squid Game bercerita tentang sebuah arena yang menggunakan nyawa sebagai taruhannya apabila kalah dan peserta akan memperebutkan hadiah ₩45.6 miliar (US$38,5 juta) sebagai hadiah utamanya.

Contoh Foreshadowing di Squid Game:

Ada banyak foreshadowing yang disematkan di dalam alur cerita Squid Game di sepanjang episode. 

Di artikel ini, foreshadowing-nya berada pada masing-masing tokoh yang menjadi peserta Squid Game.

Cho Sang-Woo

Memiliki karir yang cemerlang nyatanya tidak membuat Cho Sang-Woo hidup bahagia.

Bayang-bayang tuntutan membahagiakan orangtua nyatanya membuat Sang-Woo tertekan dan depresi. Hal itu lah yang menjadi alasannya berurusan dengan hutang.

Squid Game Scene Foreshadowing

Sang-Woo dalam proses pendalaman tokoh di episode kedua hendak mengakhiri hidupnya di kamar mandi pasca berhasil memenangkan babak pertama Squid Game.

Tetapi, hal itu diurungkan karena Sang-Woo diundang kembali untuk ikut berpartisipasi ke dalam arena Squid Game.

Foreshadowing yang terjadi pada Sang-Woo ada pada keadaannya ketika berakhir di kompetisi Squid Game.

Saat memilih mengakhir hidup, Sang-Woo mengenakan setelan jas dan merendamkan dirinya ke dalam bak mandi sehingga membasahi seluruh tubuhnya.

Ketika berakhir pun, Sang-Woo mengenakan setelan jas dan tubuhnya dibasahi hujan.

Contoh Ironi Dramatis dalam Squid Game:

Sosoknya menjadi digemari karena kepolosan, murah hati dan kepanikan yang dialaminya menciptakan empati tersendiri. Sayangnya, Ali harus berakhir dengan ironi dramatis.

Ali Abdul

Ali digambarkan sebagai warga non-Korea atau imigran dari Asia Selatan sekitarnya, yang diperankan oleh Anupam Tripathi.

Tokoh Ali Abdul dalam Squid Game merupakan peserta yang membuat serial Squid Game tidak langsung berakhir di babak (빨간불, 초록불) - ppalganbul, chologbul atau Lampu Merah-Lampu Hijau karena dia secara sukarela menyelamatkan pemeran utama.

Ironi Dramatis Squid Game

Saat sesi pendalaman karakter, Ali digambarkan dalam keadaan panik, sedang ditipu dan kebingungan. Sehingga, alasan itu lah yang membuat Ali terpaksa ikut berpartisipasi di Squid Game.

Hal ini secara jelas menggambarkan realitas bagi warga imigran atau non-korea yang sering mendapatkan penindasan atau tindak kecurangan di dunia kerja.

Ketika diperkenalkan, Ali mendapatkan bantuan dan rasa iba dari Cho Sang-Woo pasca selamat dan memenangkan babak pertama Squid Game.

Bisa jadi, iba Sang-Woo merupakan bentuk terima kasih kepada Ali karena telah menyelamatkan Gi-Hun, rekan Sang-Woo dari babak pertama Squid Game.

Memang sudah menjadi wataknya, Ali menilai Sang-Woo sebagai orang baik dan penolong tanpa menanam curiga apa pun meskipun pada akhirnya Sang-Woo lah yang membuat Ali harus berakhir dari arena Squid Game.

Contoh Checkov Gun di Squid Game:

Di serial Squid Game, ada banyak alat yang digunakan untuk bertahan dan perlawanan. Salah satunya ialah pisau.

Kang Sae-Byeok

Sosok Jung Ho Yeon memerankan tokoh Sae-Byeok di dalam serial Netflix Squid Game.

Sae-Byeok di dalam serial Squid Game digambarkan sebagai tokoh perempuan imigran gelap asal Korea Utara.

Tokoh Sae-Byeok menggambarkan realita warga Korea Utara yang hidupnya belum tentu baik ketika memutuskan pergi kabur meninggalkan negerinya menuju seberang.

Checkov Gun yang terjadi pada Sae-Byeok ada pada cara dia berakhir di kompetisi Squid Game.

Checkov Gun Squid Game

Pada proses pendalaman karakter setelah diperkenalkan dengan babak pertama Squid Game. Sae-Byeok pergi ke sebuah biro perjodohan warga Korea Utara dengan Korea Selatan yang juga menjadi agen travel pelarian bagi warga Korea Utara.

Di babak pendalaman tokoh itu, Sae-Byeok mengancam si agen dengan sebilah pisau. Di babak klimaks, Sae-Byeok justru juga berakhir karena ditusuk pisau daging yang digunakan saat hidangan makan malam.

Hanya Sae-Byoek yang datang dengan perbekalan pisau di Squid Game. Namun, Sae-Byoek pula yang menjadi satu-satunya peserta yang berakhir karena pisau.

Contoh Red Herring di Squid Game:

Logika sesat atau Red Herring di dalam serial Squid Game terletak pada sosok front-man yang menimbulkan pertanyaan.

Front Man

Kehadiran front-man di awal series memberikan banyak pertanyaan. Siapa dia? Mengapa dia membuat arena ini? Apa kepentingannya? Bagaimana motifnya? Apakah dia benar-benar manusia?

Well, front-man memberikan sub-plot bagi cerita Squid Game. Dengannya, alur cerita tidak hanya semata-mata perjuangan peserta yang harus menghadapi babak-babak permainan.

Di babak klimaks, front man memberikan plot twist dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang sosoknya. Ternyata, baik dia maupun peserta lainnya, juga sama-sama peserta yang diundang.

Front Man Squid Game

Hal ini terungkap kala Joon Ho akhirnya mengetahui bahwa Front Man merupakan saudara laki-lakinya yang memang ia cari sehingga memaksanya menyelinap ke dalam arena.

Berkat terbongkarnya identitas Front Man, banyak spekulasi yang mengatakan bahwa para Pink Soldier yang membantu Front Man juga sama-sama direkrut seperti para peserta apabila ia memilih kartu merah kala bertemu dengan sales.

Contoh Flashforward pada serial Squid Game:

Sosok Il-Nam menjadi kunci jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tentang arena Squid Game.

Serial Squid Game dibuka dengan menampilkan beberapa anak yang memainkan sebuah permainan dan memperkenalkannya.

Banyak yang mengira bahwa sosok anak-anak yang ditampilkan dalam scene hitam putih itu merupakan masa kecilnya Gi-Hun dan Sang-Woo. Ternyata tidak!

Il-Nam

Menjadi peserta dengan nomor peserta pertama, membuat Il-Nam kerap menjadi kunci penentuan.

Misalnya saja, di babak pertama Squid Game. Il-Nam menjadi orang pertama yang melanjutkan perjalanan setelah menyadari bahwa permainan itu diharuskan untuk tidak bergerak ketika bonekanya menoleh ke belakang.

Il-Nam juga digambarkan sebagai peserta Squid Game yang benar-benar menikmati permainan.

Pasca babak pertama pun, Il-Nam menjadi suara penentu ketika banyak peserta memilih untuk melanjutkan permainan atau menyudahinya.

Il-Nam Squid Game

Il-Nam kerap menjadi penyelamat bagi pemeran utama. Kedekatannya dengan Gi-Hun menjadi intrinsik untuk cerita Squid Game.

Pada akhirnya, Gi-Hun yang memenangkan permainan Squid Game mengetahui bahwa Il-Nam lah yang membuat arena itu. Selain itu, penonton pada akhirnya di bawa kembali ke scene pembuka serial. Bahwa sosok anak-anak itu ialah Il-Nam dan teman-temannya.

Spekulasi Squid Game

Dari detail-detail yang terungkap lewat foreshadowing, flashforward mau pun red herring.

Penikmat serial Squid Game akhirnya menemukan spekulasi tentang proses perekrutan yang dialami masing-masing peserta. 

Ditampilkan bahwa peserta selalu memilih kartu warna biru ketika ditawari Salesman. 

Banyak yang menduga, Pink Soldier juga direkrut sama seperti peserta lain. Hanya saja, mereka memilih kartu merah saat ditantang Salesman.

Squid Game

—————

Disusun oleh : Hend Jobers

Disunting oleh : Hend Jobers

Publikasi oleh : Hend Jobers

Gambar memiliki Hak Cipta di luar tipsmenulis.online


#SquidGame #Netflix #TipsMenulis #Foreshadowing #Storytelling #Author

Posting Komentar

0 Komentar