SEGALANYA TENTANG FANFICTION - FIKSI PENGGEMAR

TipsMenulis.Online - Apa itu fanfiction? fanfiction atau fiksi penggemar yang lebih akrab disingkat dengan FF / Fanfic merujuk pada sebuah bentuk tulisan naratif amatir yang ditulis oleh penggemar suatu karya tulis, film, drama, serial televisi, game, komik, persona figure dan publik figure.

Pada dasarnya, fanfiction bisa digolongkan sebagai karya turunan atau dalam kosakata hukum disebut derivatif karena bersifat adaptif atau transformatif. Sebabnya, fanfiction selalu dibuat berdasarkan karya yang telah lebih dulu ada.

Umumnya, fanfiction menceritakan seorang tokoh pemeran yang diambil dari suatu karya lain sebagai rujukan atau kiblatnya. Gak jarang juga fanfiction menempatkan penulisnya sebagai pemeran atau menambahkan karakter fiksi bentukannya yang sering disebut sebagai OC - Original Character.

Berdasarkan pemahaman dari Kamus Kebudayaan Populer - Pop Culture Dictionary - Fanfiction ialah sebuah sebutan untuk karya tulis buatan penggemar suatu media yang menampilkan latar tempat, karakter atau alur cerita.

Fanfiction dinilai sebagai titik terendah sebuah karya tulis, karena mengandung obsesi berlebihan, naif, tulisan yang tidak berstandar, ditulis hanya untuk bersenang-senang dan bermodalkan anda-andai.

Tapi, saat ini sebuah karya fanfiction nyatanya bisa menjadi buku terlaris nomor satu di dunia dan memulai tren selera bacaan global baru. Bahkan, fanfiction kini bukan lagi sebuah karya tulis amatiran.

KONSEP FANFICTION

Fanfiction kebanyakan menggunakan konsep dasar 'What If' atau 'Jikalau' yang garis besarnya sering mempertanyakan "Bagaimana jika …?". Konsep dasar tersebut membuat penggemar menjadi lebih bebas menulis cerita baru dengan memasukkan elemen cerita dari hal yang digemarinya.

Kamus Kebudayaan Populer menerangkan bahwa fanfiction adalah bentuk cerita yang memperluas sisi cerita, mengembangkan karakter dari sisi yang berbeda, atau menjelajah dunia fiksi ke segala sisi yang tak pernah diduga.

Hal yang telah diterangkan Kamus Kebudayaan Populer itu lah yang membuat fanfiction kini bukan lagi hanya sekadar karya tulis amatiran. Saat ini, fanfiction bisa digolongkan sebagai kebudayaan modern.

Pada dasarnya, fanfiction dibuat sebagai bentuk penghargaan seorang penggemar yang dibentuk ke dalam wujud kreativitas karena rasa kurang puas terhadap suatu karya tanpa maksud mengesampingkan kerja keras si pencipta asli.

Dengan begitu, tidak selamanya fanfiction berarti plagiat karena jelas kedua hal ini berbeda.

Fanfiction dan plagiasi dapat menjadi perbuatan yang melanggar hukum apabila digunakan dengan niat memperoleh keuntungan tanpa izin dari pemegang hak cipta. 

Misalnya, tanpa izin menjual buku cetak fanfiction dari penerbit indie tanpa meminta izin ke pemegang hak cipta karena dapat merugikan dalam sisi ekonomi.

AWAL MULA FANFICTION

Kebanyakan perspektif tentang fanfiction atau fiksi penggemar dinilai sebagai "karya amatir yang menceritakan kembali kisah-kisah yang sudah ada", dan banyak juga penulis yang tidak terima dengan fanfiction karena dianggap sebagai tindakan pencurian identitas.

Fanbyte menjelaskan sejarah singkat tentang fanfiction. Dijelaskan bahwa fanfiction sudah ada jauh sebelum istilah fanfiction itu muncul. 

NOVEL FANFICTION PERTAMA YANG DITERBITKAN

Novel Old Friends and New Fancies karya Sybil G. Brinton bisa dikatakan sebagai karya fanfiction pertama yang diterbitkan.

Berdasarkan informasi dari Wikipedia. Jane Austen merupakan penulis asal Inggris bergaya realisme, tulisannya kerap tajam menggambarkan kondisi sosial.

Janes Austen juga piawai meramu gaya bahasa bernarasi sudut pandang orang ketiga dan ironi. Hal itu lah yang membuatnya menjadi salah satu penulis dalam kesusastraan Inggris yang karya tulisnya pada kala itu paling disukai masyarakat Inggris.

Fanfiction

Pada abad ke-20, saat industri percetakan buku berkembang pesat menciptakan banyak penerbit murah dalam segi distribusi dan biaya percetakkan. Janeites, sebutan bagi penggemar Jane Austen pada tahun 1913 melalui kreativitas Sybil Brinton, mengembangkan alur cerita dengan karakter yang sudah berperan di novel karya Jane Austen bertajuk Pride and Prejudice yang diterbitkan pada tahun 1813.

Setelahnya, hampir di setiap dekade. Selalu ada fandom-fandom yang menulis fanfiction sehingga memperbanyak bentuk fanfiction. Janes Austen lah yang menjadi cikal bakal terbentuknya fanzine.

ISTILAH FANFICTION PERTAMA KALI

Jurnalis Laura Miller meringkas perkembangan fanfiction sebagai gerakan yang muncul dari budaya fanzine:

"...fanfiction dimulai pada zaman fanzine Star Trek, yang ditulis oleh Trekkers wanita tentang Mr. Spock yang pingsan di pelukan Kapten Kirk. Selama beberapa dekade, komunitas fanfiction bermigrasi secara massal ke web sebagai bagian dari fandom fiksi ilmiah dan fantasi. Internet mengubah segalanya …”

Istilah fanfiction pertama kali diciptakan pada tahun 1939 oleh sebuah komunitas penggemar fiksi ilmiah sebagai bahan ejekkan untuk mengolok-olok karya amatir dengan karya profesional.

PENDAPAT TENTANG FANFICTION DAN PENDAPATAN FANFICTION.

Di internet, fanfiction dianggap sebagai budaya populer. Dimulai dari penggemar yang tidak puas mengonsumsi sehingga mendorong para penggemar untuk ikut ambil andil dan berpartisipasi tanpa harus meminta izin.

Dalam beberapa kalangan penulis, memiliki peminat dan penggemar karya tulisnya merupakan sebuah pencapaian karena memang itu tujuan utamanya, sebuah karya yang dibaca oleh target pembaca. Namun, beberapa penulis merasa menyesal karena memiliki penggemar yang men-fanfict-kan karyanya.

JK Rowling selaku author Harry Potter dan Stephenie Meyer author Twilight tidak keberatan apabila karyanya dijadikan fanfiction. Namun, ada beberapa author yang menolak serta beranggapan bahwa author fanfiction itu pencuri.

Salah satunya Diana Gabaldon, author Outlander. Menurutnya, fanfiction itu pencuri. Author fanfiction sering mencuri audiens atau pembaca yang seharusnya tidak mereka dapatkan.

Kebanyakan, karya fanfiction yang dikomersialkan membuang semua unsur fanfiction di awal dan memilih menciptakan universe yang baru. Itulah mengapa banyak author yang beranggapan bahwa author fanfiction itu pencuri.

Bagi beberapa publik figur dan persona figur, fanfiction dianggap sebagai exposure gratis, tetapi merugikan juga apabila fanfiction yang menohok menampilkan sisi yang berbeda dari kepribadian asli si figur yang dijadikan cast character di novel-novel Wattpad. Salah satunya ialah tokoh Asep yang menggunakan Jeff Moses sebagai visual-cast-nya.

Fanfiction yang menggunakan sosok figuran lebih sering disebut sebagai RPF - Real Person Fiction. 

Sosok Jeff Moses langsung dikenal publik Indonesia ketika karya tulis yang menggunakan wajahnya sebagai pemeran dalam cerita Wattpad, diterbitkan. 

Setelah viral, banyak pembaca fanfiction yang menyampah di akun instagram Jeff dengan sebutan Asep. Kendati bingung dan tidak ingin terjebak masalah pencemaran nama baik, Jeff Moses akhirnya ditawarkan kerjasama.

LEGALITAS FANFICTION

Di Indonesia, hukum yang menyinggung fanfiction ada pada UU Hak Cipta nomor 28 tahun 2014 yang mana fanfiction dikategorikan sebagai karya adaptasi. Sementara itu, hukum yang benar-benar mengatur fanfiction di Indonesia sendiri belum ada.

Berdasarkan penjelasan dari hukumonline.com dalam sebuah artilkel bertajuk “Apakah Fanfiksi Memiliki Hak Cipta dan Legal Diterbitkan?” melalui Risa Amrikasari S.S., S.H., M.H. seorang konsultan hak kekayaan intelektual dari Intellectual Property Advisor Service (IPAS) beliau menerangkan bahwa :

Karya-karya yang dihasilkan oleh para fans ini dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”) tergolong sebagai karya adaptasi seperti yang dijelaskan di [Pasal 40 ayat (1) huruf n UU Hak Cipta]

Adaptasi merupakan istilah yang mengubah wujud suatu Ciptaan menjadi bentuk lain, hal ini dijelaskan di dalam [Penjelasan Pasal 40 ayat (1) huruf n UU Hak Cipta] Contoh adaptasi misalnya mengubah buku menjadi film, film menjadi gambar, buku menjadi karya tulis lain, dan sebagainya.

Fanfiksi menggunakan karakter atau tokoh yang kadang-kadang mengubah penokohan, serta unsur-unsur suatu karya fiksi yang telah lebih dulu ada, yang dijadikan sebagai karya adaptasi. 

Karya adaptasi ini lah yang menjadi salah satu jenis ciptaan yang dilindungi, ciptaan hasil adaptasi dilindungi sebagai ciptaan tersendiri dengan tidak mengurangi hak cipta atas ciptaan asli.[Pasal 40 ayat (1) huruf n dan ayat (2) UU Hak Cipta]

ATURAN KARYA TURUNAN.

Dalam buku bertajuk Seri Referensi Praktis: Konten Internet yang disusun oleh Feri Sulianta seorang penulis yang fokus pada bidang Teknologi Informasi, Komputer, Pertanian, Manajemen Bisnis, Manajemen Karier, Motivasi dan kumpulan Cerpen, menjelaskan bahwa:

“agar suatu karya turunan memperoleh perlindungan, karya tersebut harus memiliki unsur pembeda yang mencukupi dan konten atau material baru dalam jumlah tertentu sehingga penambahan unsur kecil suatu karya cipta asli tidak dapat digolongkan sebagai derivative work.

Dalam karya turunan, yang dilindungi ialah material baru yang ditambahkan dan merupakan hasil kreativitas dan karakteristik penciptanya.”

APAKAH FANFICTION MELANGGAR HAK CIPTA?

Fanfiction tidak akan dianggap melanggar apabila penggunaan, pengambilan dan pengubahan suatu karya jika sumbernya disebutkan atau dicantumkan secara lengkap dengan maksud keperluan pendidikan dan hal-hal lain yang disebutkan dalam UU Hak Cipta Pasal 44 ayat 1.

Dengan kata lain, apabila fanfiction mencantumkan sumbernya, maka karya itu tidak melanggar hak cipta. Namun, apabila karya fanfiction itu dicetak dan diperjualbelikan, maka karya fanfiction itu melanggar hak cipta.

Menurut penjelasan dari humukonline.com, pelanggaran hak cipta disebabkan oleh Hak Ekonomi yang melekat pada suatu karya. 

Hak ekonomi adalah hak eksklusif untuk Pencipta atau Pemegang Hak Cipta yang mendapatkan manfaat ekonomi bagi ciptaannya. Hanya Pemegang Hak Cipta lah yang memiliki hak ekonomi jika ciptaannya mendapatkan pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian bentuk.

Jadi, fanfiction tidak dianggap melanggar hak cipta apabila dipublikasikan tanpa unsur menguntungkan sesuatu yang bukan pemegang hak cipta dalam segi hak ekonomi. Namun, apabila fanfiction itu diterbitkan dan diperjualbelikan, maka bisa dikatakan kalau itu melanggar hak cipta.

Lantas, mengapa ada banyak karya tulis fanfiction RPF bertebaran di Gramedia?

Akan dibahas di artikel selanjutnya tentang RPF dan Perbedaan Gramedia.

Silakan tulis pendapat kamu di kolom komentar, bila ada yang ingin ditanyakan, ditambahkan atau dikoreksi, silakan tulis di kolom komentar atau kirimkan surel.

Terima kasih.

- - - - -

Disusun oleh : Hend Jobers

Peyunting dan Publikasi oleh Hend Jobers

Posting Komentar

0 Komentar