Sistem Menulis Novel : Cara Cepat dan Langkah Tepat.

TipsMenulis.Online – Kebanyakan penulis pemula pasti kebingungan memulai langkah awal menulis novel. 

Sehingga, hal itu sering menyulitkan dan meruntuhkan minat menulis karena perlahan-lahan mulai pudar sebaba mulai merasa tak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan.

Penulis pemula biasanya memiliki ide cerita yang sudah dikembangkan dan dirasakan di dalam benak pikiran ...

... tetapi ketika ide itu hendak ditulis, mulai deh bingung enggak tahu harus memulai dari sisi mana dulu atau tak tahu cara menuang ide cerita tadi menjadi karya tulis. 

Lantas, bagaimana sih langkah yang baik untuk memulai menulis novel?

Banyak yang bilang, langkah awal melakukan sesuatu itu dimulai dari niat. Namun, niat aja sebenarnya enggak cukup! Perlu komitmen, konsisten dan ketekunan juga.

Ketiga hal itu yang sebenarnya menjadi hal paling sulit dijalani ketimbang menulis novelnya sendiri. 

Karena, enggak semua penulis mampu mempertahankan komitmen, memperjuangkan konsisten dan menjaga ketekunan.

Kebanyakan penulis novel pemula itu biasanya hanya ingin menulis karya saja dan mendapatkan apresiasi jika bisa. 

Oleh karena itu, di artikel ini mari membahas, memahami dan mengenal langkah proses menulis novel yang disebut sebagai 'Sistem Menulis Novel'.

Banyak tips menulis yang bilang kalau jika ingin memulai menulis novel, kamu perlu mempersiapkan unsur-unsur novel dan mengenal target pembaca terlebih dulu. 

Sayangnya, kamu pasti enggak akan ke arah sana karena lebih fokus pada proses mengembangkan ide yang dimiliki.

Oleh sebab itu, berbeda dengan artikel lain. Di dalam artikel ini, kita akan lebih memfokuskan diri untuk memahami:

  • Menumbuhkan minat menulis,
  • Mengukuhkan komitmen menulis,
  • Mempertahankan konsisten menulis, dan ...
  • Memantapkan ketekunan menulis.

Sebagai permulaan, perlu kamu tegaskan pada diri sendiri, bahwa ...

Menulis novel itu merupakan sebuah proses. Di mana, prosesnya bukan hanya sekadar menuang gagasan ke dalam tulisan atau melukiskan imajinasi ke sebuah cerita. 

Jadi, modal utama menulis novel bukan hanya sekadar niat, ide, imajinasi, dan kemampuan merangkai kata. 

Menulis novel membutuhkan konsisten yang menuntut kamu mampu menumbuhkan komitmen sehingga terbiasa untuk tetap menulis.

Kebiasaan lah yang akan menjadi penuntun kamu saat menulis novel. Sebab, 'ala bisa karena terbiasa'.

Tidak ada jalan pintas yang bisa membuatmu menyelesaikan naskah novel dengan cepat. 

Karena setiap naskah novel biasanya diselesaikan dengan sistem menulisnya sendiri yang disesuaikan dengan penulisnya masing-masing. 

Hal itu lah yang membuat tips menulis novel di internet terasa kurang cocok bagi beberapa orang karena tidak sesuai dengan keinginan. 

Pada artikel ini, mari menentukan sistem menulis novel yang sesuai dengan keadaan dan kondisi kamu, sebab sistem menulis lah yang akan membuat proses menulis novel menjadi lebih menyenangkan dan penuh tantangan.

Tertarik untuk mencari tahu? Bookmark dulu artikel ini atau bagikan ke sosial media kamu supaya mudah jika ingin membacanya lagi dan teman-teman kamu juga bisa tahu tentang ilmu ini. Setuju?!

Nah, sebagai jawaban. Jadi, apa langkah yang baik ketika hendak memulai menulis novel?

Tentu saja, dimulai dengan menumbuhkan minat menulis, mengukuhkan komitmen menulis dan mempertahankan konsisten menulis.

Menulis Novel

Definisi Sistem menurut Sutarman dalam buku Pengantar Teknologi Informasi (2012:13), menjelaskan bahwa;

Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan dan berinteraksi dalam satu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama.

Berlandaskan definisi sistem menurut Sutarman di atas, di kesempatan ini kita akan berusaha mengumpulkan elemen yang memiliki interaksi berhubungan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. 

Berbicara tentang tujuan.

Pertama, mari memahami tujuan menulis terlebih dahulu. Karena, semua orang pasti punya tujuan menulisnya masing-masing, kan?

A. TUJUAN MENULIS 

Di dalam dunia kepenulisan novel, ada yang menulis sekadar untuk mengisi waktu luang, ada pula yang menulis karena ingin mendapatkan uang, serta ada juga yang menulis hanya untuk bersenang-senang.

Nah, bagaimana dengan kamu?

Apa tujuan menulis kamu? Mari merenung sejenak sebelum tersesat melangkah lebih jauh. Kaji lebih dalam, pahami niat awal kamu dan tentukan tujuan yang ingin kamu capai.

Menulis Novel

Beberapa alasan mengatakan bahwa menulis mungkin hanya sebuah aktivitas mengisi waktu luang, hanya untuk bersenang-senang saja, atau sekadar hobi, dan bisa juga karena sebuah tugas yang harus dilaksanakan; misalnya menulis skripsi atau menulis laporan.

Dari kumpulan alasan tersebut, timbul sebuah tujuan:

  1. Ada yang menulis karena ingin bersuara dan memberikan pendapat.
  2. Ada juga yang menulis sekadar ingin berbagi ilmu pengetahuan dan pemahaman.
  3. Ada pula yang menulis demi pendapatan.

Kebanyakan penulis novel atau author biasanya menulis karena terinspirasi dan muncul sebuah keinginan menghidangkan cerita. 

Hajat itu timbul sebab ingin mendapatkan pencapaian, perhatian dan syukur-syukur … pendapatan.

Tentu, setiap penulis memiliki tujuan yang berbeda-beda. Kamu harus punya tujuan menulis terlebih dahulu sebagai perwujudan dari niat dan perwakilan dari minat menulis.

Jadi, apa tujuan menulis kamu? Tulis di kolom komentar, ya!

Setelah menentukan tujuan, mari kita ke tahap persiapan menulis novel.

B. PERSIAPAN MENULIS

Persiapan menulis novel itu mencakup tiga hal, yaitu;

  1. Persiapan mental,
  2. Persiapan diri,
  3. Persiapan bahan.

Sesuai maknanya, yang namanya persiapan itu enggak jauh-jauh dari mempersiapkan tindakan, perlengkapan atau persediaan.

Mengapa harus melakukan persiapan sebelum menulis? Bukankah hal itu akan membutuhkan banyak waktu dan tenaga?

Eits, meskipun begitu.

Persiapan Menulis memiliki tujuan dan manfaat yang dapat membuat kamu lebih siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan hambatan proses menulis. Sehingga, persiapan ini lah yang akan meminimalisir kemungkinan itu.

Tujuan persiapan menulis: 

  • Menciptakan standar menulis yang sistematis sehingga mampu membentuk kebiasaan menulis. 
  • Menentukan jadwal menulis dan waktu penyelesaiannya. 
  • Menyesuaikan diri dengan kesibukan di luar kegiatan menulis.

Dengan begitu, berarti ada manfaat persiapan menulis:

  • Lebih siap menghadapi kemungkinan hambatan proses menulis.
  • Memperkecil ekspektasi dan memperbesar realisasi. 
  • Membuang sanggahan alasan malas menulis karena tidak memiliki waktu.

1. PERSIAPAN MENTAL

Persiapan mental sebelum menulis novel akan membantu kamu lebih fokus memahami bahwa novel itu memiliki definisi, manfaat, fungsi dan ciri-ciri khusus, sehingga kamu mengetahui hal-hal yang kamu tulis dan yang akan kamu bagikan ke pembaca.

Mempersiapkan mental mencakup tentang menyusun kesejahteraan emosional, memahami psikologis diri sendiri, dan kondisi sosial. 

Hal-hal ini akan membantu kamu berpikir, merasakan, dan bertindak, menghadapi stres, serta tahu cara berhubungan dengan pembaca, sehingga bisa membuat keputusan yang tepat.

Jadi, dengan kata lain ...

Mempersiapkan mental itu berarti memahami target pembaca dan memahami keadaan diri sendiri.

Dengan begitu, kamu bisa lebih siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di dunia internet.

Nah, agar kamu bisa mempersiapkan diri. Mari memahami definisi novel terlebih dulu ...

DEFINISI NOVEL

Apa yang dimaksud dengan novel?

Dalam KBBI edisi ke-V, dijelaskan bahwa

Novel merupakan sebuah karangan prosa panjang yang merangkai cerita kehidupan seorang tokoh dengan interaksi dan reaksi antar tokoh yang menonjolkan watak dan sifat masing-masing tokoh.

Novel pada umumnya sering membahas dinamika permasalahan kehidupan seorang tokoh utama. 

Dimulai dengan persoalan yang dialami si protagonis, dilanjutkan dengan rentetan peristiwa yang memproses penyelesaian masalah sampai mencapai puncak klimaks, lalu diakhiri dengan penyelesaian masalah.

Kata novel diambil dari penyerapan bahasa Italia; novella, yang bermakna ‘cerita pendek’

Meskipun diserap dari bahasa Italia, novel pertama di dunia justru berasal dari Jepang bertajuk ‘Hikayat Genji’, sebuah cerita tentang kehidupan salah seorang pemuda pada jaman kekaisaran yang berkuasa di Jepang.

Menulis Novel

Kata novella sendiri semacam anekdot yang dikembangkan lebih luas. 

Pertama kali ditemukan di dalam Decameron—sekumpulan cerita karangan karya pengarang Italia abad ke-14 atau sebutannya saat ini ialah antologi.

CIRI-CIRI NOVEL

Apa saja ciri-ciri sebuah novel?

Agar sebuah karya tulis dapat tergolong sebagai novel, ada hal-hal yang secara spesifik membedakan novel dengan karya tulis lainnya.

Kompleksitas cerita di dalam novel lah yang menjadi ciri khusus sehingga membuat novel berbeda dengan cerita pendek. 

Novel harus sesuai dengan definisi dan memiliki fungsi serta mampu memberikan manfaat bagi pembaca.

Secara spesifik novel memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

    • Novel biasanya mengandung alur cerita yang lebih kompleks ketimbang cerita pendek, dengan panjang cerita mencakup minimal 35.000 kata atau ditulis ke dalam sedikitnya 400 halaman.
    • Alur cerita novel ditulis dalam bentuk paragraf narasi dan deskripsi dengan kombinasi dialog supaya dapat mengembangkan unsur intrinsik novel.
    • Cerita novel harus memiliki lebih dari satu impresi, efek dan punya banyak ragam emosi.
    • Durasi membaca novel sekurang-kurangnya lebih dari 120 menit.

Novel memiliki sajian lebih luas yang dikemas ke dalam aneka ragam genre cerita dengan cakupan tema, topik, target pembaca dan gaya bercerita. Kebanyakan novel bergenre fiksi dengan sub-genre yang lebih beragam.

Fiksi dapat didefinisikan sebagai karya seni atau sebuah keterampilan berekspresi melalui tulisan yang merepresentasikan kehidupan manusia dengan memberikan perspektif ke pembaca.

Melansir Enslikopedia Britania Raya tahun 2015; dijelaskan bahwa novel merupakan narasi prosa yang diciptakan dengan kompleksitas cukup panjang. 

Secara imajinatif berhubungan dengan pengalaman manusia melalui serangkaian peristiwa yang saling berhubungan, juga melibatkan interaksi tokoh dalam latar tertentu.

MANFAAT NOVEL

Apakan Novel memiliki  manfaat?

Tentu! Pernah kepikiran, “Mengapa ada orang yang mau membaca novel?”.

Novel digemari karena dapat memberikan manfaat khusus yang bisa dirasakan langsung ketimbang membaca buku non-fiksi. 

Sebab, membaca novel itu bukan semata-mata hanya hobi membaca saja, atau hanya sekadar mengisi waktu luang agar dapat mengatasi rasa bosan.

Melalui novel, pembaca mendapatkan informasi dan edukasi dari sebuah cerita.

Apa Saja Manfaat Novel? Secara khusus ada lima manfaat novel. Kelima manfaat ini lah yang menjadi alasan mengapa orang-orang suka membaca novel, berikut di antaranya:

    1. Memberikan Inspirasi: Novel memberikan inspirasi dengan tindakan dan pemikiran tokoh yang berperan di dalam cerita. Pembaca dapat mengevaluasi pemikiran sehingga membuatnya berani menjadi pribadi yang lebih baik dari versi-nya sendiri, seperti tokoh di dalam novel yang mengalami pengembangan diri dari tindakan di sepanjang alur cerita.
    2. Memotivasi Pemikiran: Membaca novel dapat memberi edukasi dan memberi perspektif baru tentang keadaan sekitar, kepribadian dan sosial. Hal itu membuat pembaca mampu menyikapi kenyataan, serta membuatnya bisa menilai ragam sifat, watak, dan karakteristik manusia seperti tokoh-tokoh yang berperan di dalam cerita.
    3. Menstimulasi Raga: Ketika membaca novel, pembaca lebih sering meng-imajinasikan setiap deskripsi, narasi dan detail cerita. Sehingga pikiran pembaca jadi lebih fokus dan membuat pikiran jauh dari pemikiran negatif yang bisa merusak kesehatan tubuh. Ketika berimajinasi, pembaca dapat merasakan relaksasi, dan ketenangan yang membuat tubuh merasa lebih nyaman, bebas dari ketegangan.
    4. Menenangkan Perasaan: Perasaan senasib, kadang-kadang sering disamakan antara pembaca dengan tokoh yang berperan di dalam cerita. Hal itu, membuat emosi tokoh di dalam novel bisa membantu pembaca mengarungi perasaannya yang paling dalam untuk dapat berekspresi sesuai dengan keadaan.
    5. Mencerahkan Jiwa: Novel membuat jiwa pembaca lebih berkembang dan lebih bersemangat dengan hadirnya pencapaian yang ingin diraih. Hal itu membuat pembaca merasa ingin seperti tokoh yang berperan di dalam sebuah cerita, sehingga membuat pembaca merasa sejiwa dengan si tokoh.

Dari pemahaman tentang manfaat membaca novel di atas. Dalam forum diskusi kepenulisan yang ada di Facebook, banyak penulis cenderung bertanya; 

‘bagaimana cara membuat pembaca nge-feel dengan cerita yang ditulis’?

Well, ada baiknya kamu benar-benar paham dengan manfaat novel, sehingga mampu menjawab pertanyaan seperti itu dan tahu bagaimana memberikan jawabannya ke dalam tulisanmu.

Jadi, menulis novel itu bukan semata-mata menuang imajinasi liar yang diambil dari khayalan fantasi. 

Meskipun kebanyakan novel itu berbasis fiksi, kamu sebagai penulis harus mampu memberikan manfaat dari karya tulismu.

FUNGSI NOVEL

Apa fungsi novel?

Jika novel memiliki manfaat, itu tandanya novel juga memiliki fungsi. Novel berfungsi sebagai sarana hiburan yang memberi edukasi.

Kita semua tahu bahwa membaca itu merupakan kegiatan positif. Meskipun kebanyakan novel ditulis hanya sekadar hiburan, novel juga harus mampu memberikan edukasi dari pesan moral dan gagasan yang terkandung di dalam cerita.

Novel juga berfungsi sebagai media penyambung tradisi dan kebudayaan lintas generasi lewat tulisan-tulisan yang sering memberikan lukisan kehidupan masyarakat di masa silam dan gambaran kehidupan di masa mendatang; seperti; cara berpikir, kebiasaan, kepercayaan, sejarah, bahasa, peristiwa, adat dan bentuk lain dari kebudayaan.

Dengan adanya manfaat, novel juga berfungsi sebagai media yang menimbulkan antusias, rasa senang, rasa haru, ketertarikan terhadap sesuatu yang baru, ketenangan batin dan pikiran, serta kepuasan jiwa seperti yang telah dijelaskan di bagian manfaat novel.

Ada Lima Fungsi Novel  melansir opini Sri Mulyani, Agustien S. dan Silistino, yaitu:

  • RekreatifNovel berfungsi sebagai media hiburan dengan memberikan kesenangan ketika membacanya.
  • Didaktif: Novel berfungsi sebagai pengarah atau memberikan edukasi dengan hadirnya nilai-nilai moral yang terkandung di dalam cerita.
  • Estetis: Novel berfungsi sebagai persembahan suatu keindahan hal baru bagi pembaca saat membaca cerita.
  • Moralitas: Novel berfungsi sebagai bentuk pengetahuan baru tentang ajaran kesusilaan seperti; etika, sikap, kewajiban, akhlak, dan budi pekerti ke pembaca.
  • Religius: Novel berfungsi sebagai suatu pemikiran yang mengandung hal-hal keagamaan, sehingga pembaca dapat mengambil nilai-nilai teladan ketika membacanya.

    2. PERSIAPAN DIRI

    Pernah mendengar ungkapan, ‘Tidak semua penulis memiliki mental baja’? Mental baja seutuhnya enggak perlu kamu miliki sebagai syarat menjadi seorang penulis. 

    Ada hal yang lebih penting dari mental baja, kamu membutuhkan mental pejuang yang tidak mudah menyerah, mau terus berusaha dan percaya diri.

    Perihal mental sekuat baja, kamu hanya perlu sebuah sikap. Selain itu, tidak perlu!

    Berbicara tentang mental, mari mengingat pembuka artikel ini yang mengatakan bahwa menulis novel memerlukan konsisten dan komitmen yang menuntun pada kebiasaan.

    Di bagian ini, mari memahami gaya menulis novel, metode menulis novel dan teknik menulis novel yang dapat kamu pilih agar bisa disesuaikan dengan keadaan dan kondisi kamu. Sehingga, kamu dapat menentukan sistem menulis yang kamu banget.

    GAYA MENULIS NOVEL

    Gaya menulis diperlukan agar kamu sebagai penulis, tahu bagaimana memberikan dorongan yang akan membuat kamu mengerti cara menulis novel sesuai kepribadian, keadaan dan kondisi kamu.

    Gaya penulisan novel setiap orang tentu saja berbeda-beda, hal itu lah yang membuat kebanyakan beberapa tips menulis di luar sana tidak efektif denganmu.

    Memahami gaya menulis novel yang sesuai denganmu, dapat menumbuhkan komitmen pada diri sendiri. Berikut ini, ketiga tipe gaya menulis:

    • Plotter : lebih suka mempersiapkan bahan-bahan tulisan sebelum menulis.
    • Pantser : menulis segala hal yang dipikirkan ketika menulis.
    • Plantser : gabungan dari dua gaya di atas.

    Perbedaan di antara ketiganya berada pada cara mempersiapkan bahan menulis dan cara menulis novelnya saja. 

    Untuk lebih kenal lebih lanjut dengan gaya penulis ketika menyusun plot novel, silakan klik tautan di bawah ini:

    Baca Juga : Tiga Tipe Gaya Menulis Novel.

    Sedangkan untuk gaya bahasa atau gaya penulisan dibagi menjadi 4 jenis. 

    Gaya bahasa atau gaya penulis penting dipahami karena dapat membuat pembaca mudah memahami pesan-pesan yang kamu sampaikan di dalam tulisan kamu. 

    Ada 4 Jenis Gaya Penulisan, di antaranya:

    • Gaya Penulisan Deskriptif
    • Gaya Penulisan Naratif
    • Gaya Penulisan Persuasif
    • Gaya Penulisan Ekspositori

    Keempat Jenis Gaya Penulisan itu secara rinci dan ringkas dibahas dalam artikel lain di bawah ini. silakan klik tautan beikut: 

    TEKNIK MENULIS

    Teknik menulis merupakan penerapan ilmu, pengetahuan, dan kepandaian membuat sesuatu atau menyelesaikan sebuah masalah. 

    Dengan kata lain, teknik menulis adalah gaya yang digunakan penulis untuk menyampaikan pesan yang dimaksud dengan cara efektif dan bermakna untuk pembaca. 

    Teknik Menulis Novel diperlukan agar kamu bisa menulis dengan cara kamu sendiri sesuai pengetahuan dan keadaan kamu saat ini. 

    Sesuai maknanya di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Teknik merupakan suatu kepandaian membuat sesuatu atau sistem mengerjakan sesuatu. 

    Teknik Menulis Novel yang akan dibahas kali ini ada 5 Teknik Menulis yang disesuaikan berdasarkan kebiasaan dan keadaan. 

    Teknik Menulis Novel yang akan dibahas pun sudah diuji dan telah membantu para penulis profesional menyelesaikan naskahnya.

    Berikut, 5 Teknik Menulis yang sering digunakan penulis profesional, di antaranya:

    1. Teknik Menulis Pomodoro
    2. Teknik Menulis Bebas
    3. Teknik Menulis Dikte
    4. Teknik Menulis Tanpa Aturan
    5. Teknik Menulis Sambil Mervisi

    Kelima Teknik Menulis telah disebutkan di atas, akan dibahas mendetail di dalam artikel yang berbeda.

    METODE MENULIS

    Metode Menulis adalah cara teratur yang digunakan agar mencapai sesuatu sesuai dengan keinginan atau cara menulis yang sistematis untuk memudahkan proses menulis guna mencapai tujuan yang ditentukan.

    Menurut Hebert Bisno, definisi metode ialah: 

    Metode adalah teknik-teknik yang digeneralisasikan dengan baik agar dapat diterima dan digunakan secara sama dalam suatu disiplin, praktik, serta bidang-bidangnya.

    Menangkap penjelasan di atas tentang metode, maka dapat dipahami bahwa metode menulis merupakan suatu praktik yang menerapkan kebiasaan dengan melibatkan suatu proses yang sistematis atau logis untuk mencapai suatu tujuan yang diingikan. 

    Dengan adanya metode menulis maka proses menulis dapat dilakukan lebih akurat dan efisien. Berikut ini, 5 Metode Menulis yang umum digunakan penulis novel profesional:

    1. The Snowflake Writing Method 
    2. NaNoWriMo Challange Method
    3. Metode Menulis 5 Langkah
    4. Metode Menulis dari Tengah
    5. Metode Menulis 5 Konsep

    MEDIA MENULIS

    Media menulis merupakan wadah yang akan menampung karya tulis kamu. Selain itu, media menulis juga merupakan sebuah alat yang akan menyebarluaskan tulisan kamu.

    Menentukan media menulis di awal persiapan menulis novel penting dipertimbangkan karena di masing-masing media menulis memiliki regulasi dan target pembaca yang berbeda-beda.

    Memahami pasar dan target pembaca juga bagian dari tujuan menulis novel. Ketika kamu sudah tahu untuk siapa karya tulis itu disajikan, dengan begitu akan membuat kamu semakin yakin, bersemangat dan memperkuat komitmen juga konsisten.

    Tidak perlu ragu untuk menulis apa pun yang kamu mau, sebab setiap tulisan memiliki penikmatnya sendiri-sendiri.

    Sekarang kamu hanya harus menentukan:

    • Apakah kamu ingin menerbitkan sebuah buku? Jika iya, maka tentukan penerbit yang cocok untuk karya tulis kamu.   
    • Apakah kamu hanya ingin menulis cerita saja? Jika iya, tentu memilih platform daring merupakan pilihan yang tepat. Tapi, platform mana yang bagus?

    Penerbit Buku, ada empat macam: 

    • Mayor, 
    • Indie, 
    • Self-publishing dan 
    • Variaty publisher

    Sedangkan untuk platform daring ada banyak jumlahnya; ada yang memberikan bayaran kepada author atau hanya sekadar media berekspresi dan berkarya.

    Untuk pemahaman lebih men-detail, perbandingan dan ajuran yang tepat tentang Penerbit dan Platform, akan dibahas dalam artikel yang berbeda.

    ALAT MENULIS

    Bagi beberapa orang, menulis itu berarti meramu kata menggunakan alat tulis seperti pena dan kertas.

    Sedangkan beberapa di antaranya beranggapan bahwa menggunakan papan ketik di gawai elektronik disebut mengetik.

    Well, baik menulis dan mengetik; itu sama saja, sama-sama sebuah proses menghasilkan karya. 

    Jadi, kamu ini orang yang seperti apa? Apakah kamu lebih nyaman menulis menggunakan alat tulis atau orang yang lebih suka mengetik menggunakan papan ketik?

    Menulis Novel

    Persiapkan alat tulis yang kamu miliki, apa pun alat menulis yang kamu punya itu bukan sebuah syarat menulis novel. 

    Ibarat petani, dia bisa saja menggunakan cangkul untuk membajak sawah jika tidak memiliki kerbau atau mesin traktor.

    Dengan tidak memiliki laptop, itu tidak menjadi sebuah hambatan besar yang menghalangi mimpimu. Kamu masih punya ponsel atau kertas. Karena menurut Kuntowijoyo;

    Syarat untuk menjadi penulis ada tiga, yaitu: menulis, menulis, menulis. 

    Setelah memahami definisi sebuah novel, alasan mengapa orang-orang suka membaca novel dan mempersiapkan hal-hal yang dapat membantu kamu membentuk komitmen dan konsisten menulis.

    Akhirnya, kita tiba di bagian menulis novelnya.

    C. PENULISAN NOVEL

    Di bagian ini, kita hanya akan fokus mengenal dan memahami genre novel dan unsur-unsur novel.  Untuk kiat-kiat proses penulisan novel, akan dibahas di artikel yang berbeda.

    Bagi penulis dengan gaya menulis plotter dan plantser; mempersiapkan empat langkah awal menulis mungkin menjadi pedoman penting selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas.  

    Empat Langkah Awal itu berupa premis, logline, plot line dan outline. 

    Jika kamu tertarik dengan persiapan empat langkah awal menulis ini, kamu bisa membacanya di artikel berikut ini:

    Baca Juga : 4 Persiapan Menulis Novel

    GENRE NOVEL

    Genre berasal dari bahasa Prancis yang berati ‘jenis’. Aristoteles lah ahli pikir yang pertama kali meletakkan dasar teori genre dalam tulisannya yang terkenal, yaitu Poetica.

    Genre novel hanya ada satu macam, yakni; fiksi 

    Baik kisah yang diangkat dari suatu hal yang nyata, entah itu kejadian atau peristiwa yang pernah dialami maupun berasal dari imajinasi pengarangnya. Tetap akan digolongkan sebagai fiksi.

    Meskipun fiksi, novel juga memerlukan riset. 

    Hal itu diperlukan agar dapat memperkaya nutrisi unsur-unsur novel. 

    Jika kamu ingin meriset sesuatu, cobalah untuk fokus kepada tiga unsur ensktrinsik utama novel, seperti; unsur sosial, unsur biografi dan unsur nilai.

    Genre novel sendiri ditentukan dari target pembaca dan kandungan yang ada di dalam cerita. Genre novel juga disesuaikan dari tema dan topik yang disematkan ke dalam isi cerita.

    Perbedaan Genre, Tema dan Topik Novel : 

    Macam-macam tema Novel biasanya: percintaan, persahabatan, perjuangan, petualangan dan lain-lain. Sedangkan untuk topik, biasanya tentang kehidupan anak remaja, hiruk-pikuk kehidupan rumah tangga, dan dinamika lain tentang kehidupan manusia.

    Sebaiknya, kamu memilih genre novel yang sesuai dengan tema dan topik cerita kamu. Jika kamu sudah menyesuaikan genre dengan tema dan topik, hal itu secara tidak langsung akan membuatmu tahu siapa target pembacanya.

    UNSUR NOVEL 

    Unsur novel dibagi menjadi dua bentuk; unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Agar lebih mudah, unsur intrinsik itu bahan utama dan unsur ekstrinsik itu bahan pelengkap.

    Nah, kalau kamu sedang menulis novel. Kedua unsur ini tuh harus ada! Karena, kedua unsur ini lah yang membuat novel memiliki ciri khas, memiliki manfaat dan fungsi, serta membuat novel berbeda dengan karangan prosa lainnya.

    Unsur Intrinsik :

    • Tokoh dan Penokohan
    • Latar Belakang – Tempat dan Waktu
    • Alur atau Plot
    • Gaya Cerita
    • Amanat
    • Sudut Pandang

    Unsur Ekstrinsik :

    • Unsur Biografi
    • Unsur Sosial
    • Unsur Nilai Kebudayaan dan Pemahaman yang dipercayai masyarakat
    • Pesan Moral
    • Perspektif dan Persepsi

    Menulis Novel

    D. PASCA-PENULISAN

    Setelah berhasil menyelesaikan naskah sesuai genre cerita dan telah memenuhi unsur-unsur cerita dari hasil sistem menulis yang didapatkan dari kolaborasi antara komitmen menulis dengan konsisten menulis; langkah selanjutnya ialah proses penyempurnaan naskah.

    Proses penyempurnaan naskah dapat dilakukan melalui dua tahap yang dilakukan secara bersamaan atau secara bertahap.

    PENINJAUAN - REVISING

    Proses peninjauan akan lebih baik dilakukan ketika kamu telah selesai mencapai klimaks cerita dan sedang menggarap ending cerita.

    Proses revisi bukan hanya sekadar memperbaiki ejaan sesuai pedoman ejaan bahasa Indonesia. Namun, lebih kepada penggunaan tata bahasa dan konsistensi pemlihan kata atau diksi.

    PENYUNTINGAN - EDITING

    Proses penyuntingan merupakan proses lanjutan revisi, di mana kamu mulai memperbaiki hal-hal yang sudah kamu revisi sebelumnya. 

    Proses Editing biasanya dilakukan oleh editor, tetapi kamu bisa melakukannya secara mandiri dengan memerhatikan hal-hal berikut ini:

    • Opening Lines : Kalimat pembuka dan paragraf pertama di setiap bab.
    • Kesinambungan Cerita : Hubungan antar adegan dan peristiwa.
    • Garis Waktu : Rentetan adegan per adegan
    • Logika Cerita : Hubungan antara sebab dengan akibat
    • Aliran Waktu : Pergerakan alur dari awal menuju klimaks dan mencapai ending cerita

    Jika kamu sudah menyelesaikan tahap revisi dan sudah melakukan editing naskah. 

    Maka yang harus kamu perhatikan di bagian akhri, yaitu ending cerita atau bagian akhir cerita. Menentukan ending cerita tidak boleh asal, perlu pertimbangan dan kejelasan.

    ENDING CERITA

    Ending cerita tidak boleh menjadi plot hole atau membantah semua hal yang terjadi di sepanjang alur. 

    Ending cerita harus mampu menjelaskan semua hal yang masih menjadi misteri. Dengan begitu, tentu saja akhir belum tentu berakhir, bisa saja akhir merupakan awal yang baru.

    KESIMPULAN : 

    Mulailah menulis novel dari niat dengan menentukan tujuan menulis dan memahami hal-hal esensial novel yakni definisi, manfaat, fungsi dan ciri-ciri novel.

    Setelahnya, tentukan sistem menulis yang dihasilkan dari kombinasi antara komitmen dan konsisten yang menuntun pada kebiasaan dan integritas.

    Ketika sudah memahami hal esensial novel dan berhasil membuat sistem menulis yang sesuai dengan kepribadian dan keadaan, langkah selanjutnya yakni proses pra-penulisan.

    Dalam proses pra-penulisan, penulis harus mempersiapkan diri dengan memperkuat mental, melengkapi bahan pokok dan bahan pelengkap cerita.

    Setelah selesai melengkapi unsur-unsur cerita dan telah menentukan target pembaca dengan memilih genre dan media menulis yang sesuai dengan tulisan. 

    Tahap selanjutnya yaitu merevisi dan meninjau tulisan sehingga penulis dapat menentukan ending yang sesuai.

    - - - - -

    Penyusun :  - Rayan Abdi Nugraha

    Penyunting dan Publikasi oleh- Hend Jober 

    Copyright : 2021 - 

    Posting Komentar

    7 Komentar

    1. Hanya ada satu cara efektif yang dapat membantumu menyelesaikan naskah. Ya, cara menulis itu kamu sendiri yang menentukan.

      BalasHapus
    2. Pembahasan Sistem Menulis-nya menarik banget. Saya jadi lebih paham perihal persiapan sebelum menulis.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Terima kasih, kak. Senang dapat membagikan artikel ini.

        Hapus
    3. Terima kasih, Kak. Sangat bermanfaat.

      BalasHapus
      Balasan
      1. Terima kasih kembali. Wah, senang banget dapat komentar seperti ini. Jadi lebih bersemangat. Terima kasih! :)

        Hapus
    4. Akhirnya, artikel yang tak pernah ku temui saat sangat membutuhkan. Terima kasih Pak Rete, berkat ini saya jadi lebih semangat dan matang dalam persiapan��

      BalasHapus
      Balasan
      1. Wah, senang mendapatkan komentar seperti ini. Terima kasih kembali.

        Hapus

    Bagaimana pendapatmu tentang artikel di atas? Ayo berdiskusi! Jangan segan untuk mengikuti sosial media kami untuk interaksi yang lebih intens. Kami begitu amat sangat senang dapat melihatmu di sini. Terima kasih.