Tiga Gaya Penulis Ketika Merencanakan Alur Novel

Menulis Novel

TipsMenulis.Online – Mungkin kamu sudah pernah mendengar istilah plotter atau pantser yang sering dibahas di komunitas penulis atau kelas kepenulisan; mungkin kamu bingung dengan sebutan-sebutan itu.

Apa perbedaan Plotter, Plantser dan Pantser itu?

Apa pentingnya ketiga hal itu ketika menulis naskah?

Mudahnya, tiga hal itu merupakan sebutan bagi perbedaan gaya penulis dalam menyusun dan menulis plot atau alur cerita ketika menulis naskah novel.

Perbedaan gaya penulis ketika menulis novel itu muncul karena tidak semua penulis memiliki kondisi dan keadaan yang sama, sehingga beberapa tips menulis yang diajarkan tidak mudah dipraktekkan.

Perbedaan gaya penulis itu hanya ditentukan dari cara penulis mempersiapkan dan memperlakukan karya tulisnya.

Well, ayo kita urai lebih detail tentang perbedaan gaya penulis yang dilabeli dengan sebutan: Plotter, Plantser dan Pantser.

PLOTTER

Menulis Novel

Plotter biasanya akan meleburkan semua ide dan gagasan yang dia punya dan menggabungkannya menjadi sebuah skenario yang dapat dijadikan sebagai pemandu ketika penulis kehilangan arah ketika menulis naskah novel.

Plotter menyusun rencana agar mampu merasakan bentuk, arah pergerakan alur cerita dan detail-detail cerita yang akan ditulisnya. Sehingga dengan memiliki outline, plotter akan memiliki kesempatan kecil menciptakan plot hole.

Sayangnya, plotter terlalu kaku ketika memanfaatkan outline yang telah disusun. Sehingga, plotter jarang melakukan improvisasi ketika menulis naskah novel dari konsep cerita yang sudah dibangun, karena dapat menciptakan perubahan konsep awal.

Jika kamu merupakan orang yang memiliki banyak ide, gagasan dan pemikiran. Maka, jadilah plotter. Susun konsep, leburkan semua ide yang kamu miliki dan eksekusi gagasan tadi ketika kamu sudah berhasil merasakan keinginanmu.

PANTSER

Menulis Novel

Pantser merupakan sebutan bagi penulis yang suka berpetualang bersama pikirannya yang bebas.  Pantser sangat tidak suka dengan perencanaan. Pantser biasanya akan mengandalkan semua pemikiran, ilmu pengatahuan dan pengalaman yang dimilikinya ketika menulis novel.

Dengan begitu, apapun yang akan terjadi di dalam alur cerita, maka terjadilah tanpa diduga. Pantser akan membiarkan alam menentukan kehendaknya.

Saat pantser menulis naskah, suasana hati dan mood membuat tulisannya kadang-kadang suka berubah rasa dan berpotensi menciptakan plot hole. Karena hal itu, kadang-kadang pantser masih membutuhkan ‘garis besar cerita’ agar rasa dan arah tulisan tetap sesuai dengan harapan si penulis.

Jika kamu ingin menjadi Pantser, setidaknya kamu paham dengan penulisan sesuai kaidah Ejaan Bahasa Indonesia dan paham gaya menulismu.

PLANTSER

Menulis Novel

Plantser merupakan sebutan penulis yang menggabungkan plotter dan pantser. 

Plantser akan mempersiapkan bahan terlebih dulu sebelum menulis naskahnya, dan tidak akan terpaku pada outline ketika menulis naskahnya. Bahkan, outline yang telah disusun plantser masih bisa dirombak sesuai keinginan penulisnya apabila ketika menulis naskah, si penulis mendapatkan wahyu baru.

Menjadi Plantser itu bagus, karena kamu memiliki rencana dan bebas mengeksekusi rencana itu sesuai kehendakmu. 

Apa pun perencanaan dan caramu menulis naskahnya, yang penting, apa pun yang kamu lakukan harus mampu membuatmu bisa menyelesaikan karya tulismu.

Jadi, kamu yang mana?

Sebenarnya, sebutan-sebutan itu tidak terlalu penting dan tidak usah kamu permasalahkan. 

Sebutan Plotter, Pantser dan Plantser itu hanya sebuah gaya penulisan ideal yang dapat kamu gunakan dan sesuaikan. Jadi, tidak usah terlalu terpaku dan dijadikan landasan. 

Tidak semua penulis harus menjadi seorang Plotter ketika menulis naskah atau harus menjadi Pantser jika ingin menciptakan kebebasan menulis naskah. Kamu bebas melakukan apapun yang sesuai dengan kamu. 

Sebutan itu, hanya sebuah pemahaman tentang diri sendiri saja. Bukan sebuah pengkategorian yang membedakan kamu dengan penulis lainnya.

Intinya, kamu punya sistem menulis versi kamu sendiri ketika menulis novel, dan memahami diri sendiri tentang cara menulis novel yang sesuai dengan keadaan, kondisi dan kepribadian kamu dapat membantu kamu menciptakan sistem menulis sendiri sehingga kamu jadi lebih mudah menyelesaikan naskah. 

Tertarik memahami Sistem Menulis? Tentukan, Temukan dan Pahami Sistem Menulis yang membuatmu mampu menyelesaikan naskah karya tulismu dengan cara menulismu sendiri.

Artikel Rujukan : 
https://www.tipsmenulis.online/2021/07/sistem-menulis-novel.html

Tidak ada komentar:

Bagaimana pendapatmu tentang artikel di atas? Ayo berdiskusi! Jangan segan untuk mengikuti sosial media kami untuk interaksi yang lebih intens. Kami begitu amat sangat senang dapat melihatmu di sini. Terima kasih.

Diberdayakan oleh Blogger.