Cara Membuat Prolog : Memahami Etika Menulis Prolog Novel dan Wattpad.

Cara Membuat Prolog

CARA MEMBUAT PROLOG

Apa itu Prolog? - Prolog merupakan pembuka cerita yang digunakan sebagai jembatan penghubung cerita dengan fungsi prolog sebagai bagian pengenalan cerita agar pembaca dapat merasakanan vibe, sehingga pembaca berminat melanjutkan ke isi cerita.

Memiliki makna sebagai paragraf khusus yang menampilkan gambaran ke pembaca sebelum masuk ke dalam keseluruhan isi cerita.

Definisi 

Prolog didefinisikan sebagai bagian khusus yang ada sebelum bab pertama dimulai dalam bentuk eksposisi atau narasi yang kadang-kadang juga berbentuk dialog.

Secara etimologi, makna kata prolog diambil dalam bahasa Yunani, 'prologos' yang berarti 'sebelum (pro) kata (logos)', orang Yunani Kuno sering menggunakan prolog dalam pentas teater dramatis yang berfungsi bagaikan babak pertama sebuah cerita drama.

Meskipun pada awalnya digunakan dalam drama, prolog juga bisa diaplikasikan ke dalam novel.

Sebab ...

Perannya sebagai pengantar cerita yang bertujuan mengarahkan pembaca ke cerita utama. Peran lain, yakni membangkitkan minat pembaca.

APAKAH PENULIS WAJIB MENULIS PROLOG?

Pertanyaan seperti ini paling sering ditanya di kelas menulis atau pun diskusi tentang tips menulis novel. Apakah penulis wajib menulis prolog? Tidak ada kewajiban atau larangan. Tetapi, agar mendapatkan jawaban yang pasti dari persoalan tersebut ...

Cobalah memahami kebutuhan dan perannya di dalam cerita kamu. Supaya, kamu bisa mendapatkan jawaban yang konkrit sesuai keinginan kamu sebagai penulisnya.

1. Apakah kamu benar-benar membutuhkannya? 

Prolog akan sangat kamu butuhkan apabila kamu ingin membuat pembaca mengetahui hal-hal yang akan terjadi di dalam cerita atau dengan kata lain, memberikan pemahaman sebelum memulai cerita.

Misalnya; kisah sebelum cerita dimulai atau hal-hal yang terjadi di masa lalu dalam alur cerita.

Ketika membuat prolog, kamu boleh mengenalkan antagonis di dalamnya, saat sebelum memiliki ambisi yang ingin diwujudkan si antagonis atau fakta-fakta yang akan ada di alur cerita sebelum protagonis mendapatkan peran.

Perlu diingat, bahwa ...

Prolog harus ikut berkontribusi ke dalam plot/alur cerita, bahkan kontribusinya di dalam cerita memiliki tanggung jawab yang besar! 

2. Apa yang akan kamu lakukan di dalamnya?

Ingat bahwa fungsi prolog ialah sebagai bagian khusus yang menjadi koneksi  sehingga pembaca bisa merasakan vibe sebelum masuk ke dalam isi.

Di dalam novel, prolog sering diabaikan pembaca karena memberikan banyak ekspektasi negatif. 

Prolog juga harus berperan baik sesuai fungsinya, bukan hanya sekadar tulisan pembuka yang tidak ada kaitan apa pun dengan isi cerita bahkan bukanlah bagian khusus yang menjadi rangkuman isi cerita.

3. Apa fungsinya di dalam ceritamu? 

Jangan pernah memberikan banyak pertunjukan di dalam prolog, cukup jatuhkan kepingan-kepingan kejutan dan fungsikan sebagai jembatan penghubung, bukan menjadi jawaban dari isi ceritanya.

Prolog yang disukai pembaca biasanya akan memunculkan persepsi. 

Jika pun tidak berhasil memunculkan persepsi, setidaknya bisa memberikan pijakan, tapak atau landasan yang kokoh dan konkrit sebagai awalan pembaca memulai.

Apabila kamu tidak mendapatkan alasan apapun atau tidak tahu apa fungsinya di dalam cerita kamu, lebih baik jangan ditulis.

Apakah harus ditulis? 

Kamu yang menentukan, karena nasib tulisan tergantung pada awalan cerita yang bagus. Entah itu untuk awal menulis atau awal membaca.

Sebuah cerita tidak dinilai dari prolognya, tetapi cerita yang bagus pasti punya prolog yang berfungsi.


PERAN PROLOG NOVEL dan WATTPAD

Perannya memang tidak terlalu signifikan, bahkan tidak terlalu penting karena bisa diabaikan tetapi punya resiko yang tinggi.

Tugasnya hanya sekadar memperkuat peran paragraf pembuka, bab satu atau pun kalimat pertama yang menjadi langkah awal pembaca menapak keseluruhan isi cerita. 

Banyak yang bilang bahwa bagian awal dari sebuah novel memiliki tanggung jawab yang besar karena mempunyai resiko menghancurkan minat pembaca. Jadi, berhati-hatilah dan pertimbangkan baik-baik.

Sebab ...

Minat pembaca akan hancur ketika membaca prolog yang sering disalahpahami penulis karena tidak mampu membedakannya dengan bagian pendahuluan cerita.

Sering disamakan,  bagian 'pendahuluan' kerap dimanfaatkan penulis sebagai media menceritakan latar belakang terciptanya cerita atau memperkenalkan orang-orang yang terlibat dalam proses menulis ceritanya.

Sedangkan prolog, tidak dimanfaatkan untuk hal seperti manfaat pendahuluan.

Meskipun memiliki persamaan sebagai pemberi informasi, tentu saja ada perbedaan dengan bagian pendahuluan dan kata pengantar yang sering ditemui di buku non-fiksi:

  • Kata pengantar ditulis dari sudut pandang si penulis, bukan dari karakter yang berperan atau narator.
  • Pendahuluan memiliki fokus memperkenalkan pembaca pada buku dengan menghubungkan isi dan tema buku sesuai pengalaman pribadi si penulisnya.

FUNGSI PROLOG NOVEL dan WATTPAD

Prolog merupakan tampilan awal cerita yang dapat dimanfaatkan sebagai pemantik minat, yang diberi perhatian khusus supaya bisa sesuai dengan fungsinya.

Fungsinya antara lain : 

   ✔ Meningkatkan perhatian pembaca dengan membuat pembaca semakin penasaran 
   ✔ Pengantar cerita yang menghubungkan pembaca ke cerita
   ✔ Memperkenalkan elemen cerita dan atmosfer cerita kepada pembaca

Saran dari Stephen King, jangan membuatnya di awal proses menulis cerita, tulis lah ketika cerita telah berhasil mendapatkan konflik utamanya.

Ketika membuat prolog, baca lagi naskahnya agar dapat menimbang keperluan dan menemukan fungsinya di dalam cerita.

Enggak ada yang bilang kalau dia harus ditulis di awal karena letaknya di awal. Enggak! Kamu bisa menulisnya setelah selesai menamatkan cerita atau setelah mempertimbangkan fungsinya di dalam cerita.

Posisikan diri sebagai pembaca agar dapat menilai prolog cerita. - Stephen King 


Mengapa Harus Berfungsi?

Sebab, apabila berfungsi, hal itu akan membuat pembaca merasa 'cerita ini layak dibaca'. Sedangkan jika tidak sesuai fungsi atau bahkan disamakan seperti bagian pendahuluan cerita, hal itu berpotensi menghancurkan minat pembaca.

Itu lah mengapa pembaca kerap loncat langsung ke bab pertama dan mengabaikannya begitu saja. Padahal, membuatnya juga enggak mudah.

Agar dapat mengenal fungsinya lebih jauh, sebaiknya ketahui terlebih dahulu ragam prolog yang sering ditulis di kebanyakan novel fiksi.

Jika kamu sudah tahu ragam bentuknya, mungkin hal itu dapat membuat kamu bisa lebih matang memikirkan fungsinya di dalam cerita kamu.

RAGAM PROLOG NOVEL & WATTPAD

Selain memiliki fungsi, juga ada aneka ragam bentuk yang masing-masing memiliki kekuatan tersendiri ketika ditulis sesuai gaya bahasa penulisnya.

Tentu saja, ragam bentuk yang akan disebutkan ini memberikan peran yang berbeda-beda. Ada yang sebatas memperkenalkan, ada yang memberi pemahaman dan ada juga yang sekadar ucapan selamat datang. 

1. Latar Belakang / Sejarah

Ragam yang pertama menyuguhkan segala hal yang tejadi sebelum protagonis mendapatkan peran di dalam cerita. 

Bisa berupa, menceritakan sejarah terbentuknya dunia yang digunakan sebagai latar belakang sehingga dapat mendorong alur dengan cara memperkenalkan garis waktu/timeline.

Prolog latar belakang membuat cerita memiliki ragam latar waktu atau timeline, sehingga pembaca dapat merasakan vibe petualangan yang luar biasa.

Banyak penulis memanfaatkan latar belakang di bagian pembuka dengan menceritakan pertempuran besar yang pernah terjadi di masa lalu atau sebuah pertemuan yang terjadi sehingga mengubah keadaan dunia yang dijadikan sebagai alasan terbentuknya peran protagonis.

Prolog latar belakang juga bisa menceritakan apa pun yang menjadi landasan terbentuknya konflik utama cerita atau yang membuat terbentuknya alur cerita atau timeline.

Inti dari menulis latar belakang ialah harus secara signifikan memengaruhi kejadian yang akan datang saat protagonis sudah menjadi kendali cerita. 

Peristiwa yang disusun di dalamnya harus merembes dan mengarahkan pembaca ke pengenalan tokoh.

Jika berhasil, akan sangat mudah mengembangkannya lebih lebar di bab pertama ... dan, ya! Prolog berhasil menarik minat pembaca.

Mudahnya, prolog latar belakang harus memberikan tongkat estafet agar protagonis memperoleh kendali cerita. Bisa berupa pengenalan latar belakang atau kejadian di masa lalu saat protagonis belum mendapatkan perannya.

2. POV Lain

POV merupakan singkatan dari Point of View atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bermakna 'sudut pandang'. Bukan part of voice atau makna gila lainnya!

POV berbeda dengan Perspektif, meskipun keduanya memiliki pelafalan yang sama di dalam bahasa Indonesia. 

Saat menggunakan sudut pandang tokoh lain, penulis dituntut mampu menuntun pembaca dengan cara meminimalisir jumlah sudut pandang yang ditulis

Hal itu justru bertolak belakang dengan Wattpadder, mereka biasanya akan bertindak sesuka hati menggonta-ganti POV yang ada di dalam ceritanya.

Jenis yang kedua ini sebenarnya memiliki potensi keberhasilan sangat besar jika ditulis dengan perencanaan matang, dan tentu saja jenis ini sangat mudah ditulis.

Tanpa basa-basi, menggunakan POV tokoh lain hanya membutuhkan pendalaman cerita dari sudut pandang si tokoh yang menjadi kunci utama alur cerita atau pembimbing protagonis.

Sudut pandang ini hanya dibutuhkan satu kali saja dan harus memberikan dasar cerita ke pembaca sehingga apa yang dilakukan protagonis nantinya memiliki landasan. 

Banyak penulis Indonesia yang memanfaatkan POV di prolog-nya, seperti Pidi Baiq dalam karya tulisnya berjudul ‘Helen dan Sukanta’

Contoh Prolog menggunakan Sudut Pandang Tokoh Lain:

Klik Tautan ini untuk contoh gratis karya tulis Pidi Baiq berjudul Helen dan Sukanta dalam Google Play Book : [Tautan]

Pidi Baiq menceritakan sosok ‘saya’ yang menceritakan momen saat pertama kali bertemu dengan Helen di latar waktu yang berbeda dan bagaimana respon si Helen berbicara dengan sosok ‘saya’.

Toko : Mizan Store - Helen dan Sukanta 

Setelah itu, cerita dimulai dalam sudut pandang Helen si aku.

Contoh kedua datang dari karya tulis Risa Sarasvati berjudul 'Hans' yang menceritakan sosok hantu Hans dalam universe Danur karya Risa Sarasvati.

Klik Tautan ini untuk contoh gratis karya tulis Risa Sarasvati berjudul Hans dalam Google Play : [Tautan]

Sama seperti karya Pidi Baiq, karya tulis Risa Sarasvati bertajuk Hans itu pun menggunakan sudut pandang lain, yakni sosok Risa sebagai penulis yang memberikan landasan cerita tentang Hans itu sendiri.

Toko : Republikfiksi |Hans

Biasanya, jenis ini disajikan dalam sebuah narasi yang disampaikan oleh tokoh lain bagaikan menyampaikan latar belakang protagonis atau menceritakan sebuah ramalan, sihir, dongeng atau takdir ke pembaca.

Di dalam genre teenfict, kebanyakan author akan menceritakan masa lalu protagonis melalui sudut pandang tokoh lain saat sebelum kehadiran tanjakan atau tikungan konflik cerita.

Seperti jenis latar belakang, jenis POV juga harus mampu memberikan tongkat estafet ke protagonis sehingga protagonis mampu mengambil alih kendali alur cerita.

3. Memanfaatkan Protagonis

Jenis yang ketiga ini bisa dikatakan sebagai jenis yang sangat bagus digunakan. Karena, penulis dapat memanfaatkan prolog untuk lebih dalam memperkenalkan protagonis ke pembaca. 

Dengan memanfaatkan si protagonis itu sendiri boleh dijelaskan dengan detail karakter di masa lalu atau hal yang akan dihadapi protagonis di masa depan.

Memanfaatkan protagonis biasanya akan menyuguhkan konflik yang mengganggu batin atau hal yang mendorong protagonis berhadapan dengan bab satu. 

Biasanya, kekecewaan atau kehilangan dan hal-hal yang mengusik batin si protagonis akan sering dihidangkan di dalam jenis ini.

Selain itu, memanfaatkan protagonis juga boleh menceritakan proses terbentuknya antagonis di dalam cerita. 

Menceritakan proses terbentuknya antagonis akan memberikan kejutan ke pembaca dengan dukungan setting cerita yang menuntun protagonis bertemu dengan antagonis.

MEMANFAATKAN FUNGSI PROLOG NOVEL & WATTPAD

Membuat prolog harus dilandasi dan didukung oleh pertimbangan matang tentang kegunaannya di dalam cerita. 

Tujuannya tentu saja harus memberikan gambaran dan informasi sehingga mampu memupuki minat pembaca ke bagian isi cerita selanjutnya.

Tidak harus tentang kenangan. Tujuan lain dari prolog bisa dengan mengajak pembaca berkenalan dengan latar belakang yang akan hadir di dalam alur cerita.

Selain itu, bisa juga menawarkan informasi yang tidak bisa dikumpulkan pembaca dari alur cerita.

Dengan menawarkan informasi, pembaca akan menganggap bahwa prolog cerita yang kamu hidangkan untuknya memiliki kunci jawaban alur cerita.

Bagaimana cara memanfaatkan kunci jawaban yang akan diperkenalkan ke alur cerita melalui prolog?

1. Memperkenalkan Motif Latar Belakang

Dari jenis yang memperkenalkan protagonis ke pembaca, kamu bisa memberikan kekuatan prolog dengan memperkenalkan motif latar belakang masing-masing tokoh yang berperan.

Motif latar belakang ini sering memaparkan informasi tentang cara protagonis melihat karakter lain atau proses terbentuknya antagonis dari tindakan yang dilakukan protagonis ke antagonis.

Motif latar belakang antagonis tidak boleh terlihat jelas oleh pembaca hingga akhirnya protagonis dengan antagonis bertemu.

2. Memperkenalkan Filosofi atau Mitos Kepercayaan

Di cerita ber-genre apa pun, pasti memiliki filosofi atau kepercayaan tertentu yang diyakini beberapa tokoh di dalam cerita. Misalnya; di dalam novel horror, penulis memaparkan sebuah kepercayaan yang dianut oleh salah seorang tokoh yang berperan di dalam cerita.

Contoh lain mungkin dari novel ber-genre teenfict, salah seorang karakternya memercayai sebuah mitos yang akan terjadi apabila dilakukan di masa muda. 

Ada banyak cara membuat pembaca tertarik dengan memperkenalkan filosofi atau mitos yang dipercayai oleh beberapa tokoh yang berperan di dalam cerita.

Filosofi dan mitos ini membuat novel memiliki nilai otentik dan aestetik. 

Landasan pemikiran tentang filosofi atau mitos ini lah yang akan menjadi daya tarik dan kekuatan.

Keseriusan memikirkan dan mematangkan prolog yang akan ditulis sebagai alat pengantar pembaca menuju bab satu dan membuat minat pembaca semakin tumbuh, perlu pertimbangkan khusus yang sebaiknya dijawab secara serius.

3. Elemen dan Atmosfer Cerita

Beberapa pembaca menyukai latar belakang tempat sebagai daya tarik, agar dapat memanfaatkan itu, kamu juga bisa memaparkan elemen cerita dan atmosfer yang dapat dirasakan pembaca. 

Misalnya, dunia atau tempat yang ada di dalam cerita.

Semakin hebat penulis memaparkan elemen cerita dan atmosfer cerita yang meningkatkan imajinasi pembaca, maka akan semakin berguna pula prolog itu.

Catatan Ketika Membuat Prolog!

Ketika membuat prolog novel, ada hal-hal yang sebaiknya tidak kamu hidangkan atau tempatkan di bagian ini karena dapat menghancurkan fungsi dan tugasnya.

1. Jangan Gunakan Sebagai Wadah Penampung Informasi!

Terlalu banyak menuang informasi di dalam prolog justru akan membuat pembaca merasa tidak perlu lagi melanjutkan cerita. 

Meskipun tidak ada larangan menuang informasi seperti latar belakang tempat dan latar belakang tokoh di dalamnya, tentu saja jika disuguhkan di wadah yang salah akan membuat informasi tersebut menjadi sulit dicerna . 

Jika mengandung terlalu banyak informasi, hal itu akan membuat pembaca dapat menyimpulkan keseluruhan isi cerita tanpa harus repot-repot membaca keseluruhan isi cerita.

Sebaiknyab perkenalkan elemen cerita dan mengajak pembaca mengembangkan elemen itu dengan menggali lebih banyak ke isi cerita.

2. Bukan Kata Pengantar!

Sudah jelas, sangat berbeda dengan kata pengantar atau bagian pendahuluan yang sering ditemui di karya tulis non-fiksi. 

Meskipun letaknya sama seperti kata pengantar atau pun pendahuluan yang berada sebelum bab satu; fungsi ketiga hal tersebut tentu saja berbeda.

Di dalam prolog, penulis harus menyuguhkan sesuatu yang mempunyai tindakan dan bertujuan mendorong cerita. 

Sedangkan kata pengantar atau pun pendahuluan, seperti yang telah dijelaskan di bagian pembuka artikel ini; fungsinya hanya menyampaikan sesuatu dari sudut pandang si penulisnya.

Persamaan dari ketiga hal tersebut, jangan menulisnya ketika naskah belum rampung. Meskipun letak ketiga hal tersebut berada di bagian depan, prolog mempunyai tanggung jawab yang lebih besar ketimbang kata pengantar atau pun pendahuluan. 

Sebab, prolog tidak boleh dilewatkan pembaca. 

Kata pengantar atau pun pendahuluan, boleh dibaca setelah pembaca selesai membaca keseluruhan isi cerita.

3. Harus Tetap Terhubung dengan Cerita!

Selalu ingat fungsinya, harus menumbuhkan minat pembaca melangkah ke dalam cerita. 

Serta, juga harus menggerakkan dan memengaruhi alur cerita. Percuma jika menarik tetapi tidak memiliki hubungan dengan cerita.

Sebaiknya, berikan informasi yang membangkitkan visual ke pembaca sehingga pembaca memiliki eskpetasi tentang isi cerita.

Prolog punya tanggung jawab yang besar, sama seperti bab pertama, paragraf pembuka atau pun kalimat awal cerita. 

Ada banyak hal yang dipertaruhkan di dalamnya. Minat pembaca, kualitas tulisan dan harga diri dari cerita itu sendiri.

Selain itu, juga harus membuat pembaca bisa masuk ke dalam dunia yang tidak mereka ketahui dan berkenalan dengan karakter yang belum mereka kenal.

4. Jangan Kepanjangan!

Tugasnya hanya untuk memperkenalkan cerita dan menjadi jembatan penghubung antara pembaca dengan bagian awal cerita. 

Oleh karena itu, lebih baik untuk tetap membuat prolog lebih pendek, memberikan landasan dan meningkatkan minat pembaca.

Untuk lebih memahami seluk beluknya, kamu harus sering membaca dari yang telah ada di dalam novel non-fiksi supaya mengerti dan paham lebih dalam.

-----

Terima kasih telah mencapai bagian ini, semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan edukasi tambahan untukku. Akhir kata, sebagai penutup. Silahkan tulis pendapat, pertanyaan dan komentar kamu di kolom komentar. 

Disusun oleh : Hend Jobers

Dipublikasikan oleh : Hend Jobers

Posting Komentar

0 Komentar