12+ Aplikasi Smartphone Gratis yang Harus Dimiliki Penulis Milenial


Aplikasi smartphone saat ini semakin beragam setiap tahun seiring perkembangan ponsel genggam. Saat ini, tidak dapat dipungkiri kalau smartphone sendiri sudah seperti gaya hidup, karena segala hal bisa dimungkinkan dengan hanya menggunakan smartphone.

Kalau ngomongin smartphone atau telepon seluler pintar, apa sih hal yang paling berkesan bagi kamu tentang alat serbaguna ini? Berikan pendapatmu di kolom komentar, ya! 

Handphone telah menjadi gawai yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan penulis di Indonesia. Smartphone pun sudah menjadi alat multifungsi yang memudahkan aktivitas apa pun di kehidupan manusia, terkhusus para penulis.

Hampir semua penulis bahkan khalayak umum, banyak melakukan aktivitas menulis menggunakan Smartphone. Misalnya, menulis status di sosial media, menulis ulasan di toko online atau pun menulis komentar di artikel yang sedang kamu baca ini.

Enggak hanya menulis, smartphone juga mampu menggantikan eksistensi buku

Menulis di Handphone Jauh Lebih Efisien!

Beberapa orang bahkan mencari ilmu pengetahuan, informasi dan edukasi melalui smartphone dengan cara membaca situs penyedia layanan membaca gratis atau aplikasi smartphone yang memberikan kesempatan ke penggunanya untuk dapat membaca tulisan secara gratis. 

Banyak pula yang beranggapan bahwa dengan menggunakan smartphone untuk menggantikan fungsi buku dalam menggali informasi, dapat mengurangi penggunaan kertas. 

Hal ini membuat smartphone lebih unggul ketimbang buku, tetapi enggak seluruhnya. Tetap saja ada nilai kurang dan lebihnya.

SMARTPHONE DAN DUNIA KEPENULISAN

Smartphone membawa suasana baru dalam dunia literasi seperti membaca dan menulis dengan dihadirkan ragam aplikasi smartphone beraneka multi-fungsi.

Di dunia kepenulisan, tentu sudah banyak penulis yang melahirkan naskah hanya dengan menggunakan smartphone tanpa harus memiliki perangkat laptop atau komputer. 

Tidak seperti beberapa dekade lalu, beberapa penulis mungkin masih menggunakan laptop agar dapat melahirkan sebuah naskah, atau menulis menggunakan kertas dan alat tulis yang jauh lebih melelahkan. 

Bagi yang terbiasa, menulis menggunakan kertas akan terasa lebih menyenangkan, tetapi bagi kaum milenial seperti kita yang pengen berkarya tapi enggak mau ribet, ya ... smartphone lah yang dipilih.

Tentu saja, ada alasan yang jelas membuat milenial seperti kita memilih handphone ketimbang alat tulis. 

  1. Sudah terbiasa mengetik di handphone
  2. Bosan menulis di kertas, kan di sekolah udah.
  3. Enggak ribet.

Opsional memang, ada juga yang berpendapat bahwa menulis di perangkat komputer jauh lebih efisien ketimbang mengetik di handphone

Namun pendapat lain mengatakan bahwa menulis di smartphone justru lebih mudah dan enggak ribet karena didukung aplikasi smartphone yang memudahkan proses menulis secara gratis!

Pendapat tentang kemudahan menulis di smartphone justru dapat disetujui berkat hadirnya aplikasi smartphone atau perangkat lunak yang ada di setiap sistem operasi handphone seperti Android yang memang telah menjadi sistem operasi smartphone yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Karena hal itu lah, berikut ini ada Aplikasi Smartphone yang memudahkan penulis menghasilkan karya tulisnya melalui ponsel. 


1. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Aplikasi Smartphone yang pertama, yakni KBBI yang secara resmi diluncurkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 27 Oktober 2016 untuk memeriahkan puncak peringatan Bulan Bahasa dan Sastra. 

Aplikasi smartphone KBBI mencatat 127.036 lema dan makna, dengan rincian; 16.841 lema dan sub-lema, serta 17.240 makna yang dilengkapi dengan 108.844 makna baru dari edisi KBBI sebelumnya.

Aplikasi KBBI dapat diunduh secara gratis di Google Play store dan bisa digunakan tanpa memerlukan koneksi jaringan atau secara offline saja.

Ukuran file-nya hanya 10,43MB. 

Menggunakan aplikasi smartphone KBBI tergolong sangat mudah, cukup tulis kata di kolom pencarian yang ingin dicari-tahu maknanya. 

Tidak hanya mudah, di dalam aplikasi KBBI juga dihadirkan 5 kategori yang disediakan, yakni;

  • Kata yang berasal dari Bahasa Daerah
  • Kata yang digunakan dalam bidang tertentu
  • Pengelompokan sesuai kelas kata
  • Kata sesuai ragam
  • Kata sesuai jenis


2. PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)

Sebenarnya, akan lebih baik jika kamu memiliki buku atau mengunduh file PDF PUEBI tanpa harus mengunduh aplikasi smartphone jika kapasitas ruang penyimpanan handphone kamu tidak cukup besar. 

Tetapi, jika kamu memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup dan ingin lebih mudah memahami ilmu dasar menulis sesuai kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, maka aplikasi smartphone PUEBI sangat direkomendasikan supaya tulisan kamu lebih mudah dipahami oleh pembaca.

PUEBI di Google Play Store hanya berukuran 5 MB—dan ada 92 halaman jika kamu mengunduh file PDF. 

Di dalam PUEBI, ada informasi ilmu dasar  menjadi seorang penulis profesional. Seperti;

  • Pemakaian huruf 
  • Penulisan kata
  • Penggunaan tanda baca
  • Penulisan unsur serapan


3. Tesaurus Bahasa Indonesia

Aplikasi smartphone ketiga merupakan kamus sinonim berbahasa Indonesia yang memuat kata atau sekelompok kata yang saling bertalian. Tesaurus Indonesia dapat membantu kamu sebagai penulis menyelidiki dunia kata yang saling berkaitan sehingga tulisan mengandung variasi kata tanpa bermaksud mengurai makna yang diinginkan.
 
Di dalam Aplikasi Smartphone Tesaurus Bahasa Indonesia, biasanya dilengkapi fitur kuis soal-soal persamaan kata yang dapat membuatmu memperbanyak kosakata.

Selain aplikasi smartphone, kamu bisa menggunakan Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia yang dikelola dan diluncurkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bersamaan dengan peluncuran KBBI V. 


Hanya saja, mengakses versi daring dari Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia membutuhkan jaringan internet, sedangkan versi aplikasi smartphone dapat digunakan tanpa harus terkoneksi jaringan internet.


4. Google Keyboard – G-Board

Di Android, aplikasi G-Board sudah kamu miliki sejak pertama kali membeli karena aplikasi yang dikembangkan Google ini telah menjadi perangkat default dalam sistem operasi Android. 

G-Board atau Google Keyboard sangat direkomendasikan karena mampu mengecilkan kemungkinan typo atau salah ketik, sebab Google Keyboard memiliki fitur ‘saran kata’ dan koreksi kata secara otomatis.

Selain itu, hal yang paling menarik dari Google Keyboard itu ada di fitur speech-to-text atau mengubah suara menjadi teks yang lebih akrab dikenal dengan sebutan dikte.

So, dengan menggunakan Google Keyboard. Kamu bisa menulis naskah tanpa harus menulisnya alias hanya berbicara saja atau men-diktekan-nya dan Google Keyboard akan mengkonversikan suara kamu menjadi kata.

Untuk pembahasan tentang dikte, kamu bisa klik tautan di bawah ini ...

Baca Juga : DIKTE DAN SEBUAH CARA MENGHASILKAN TULISAN BERMODALKAN SUARA


5. Google Dokumen

Aplikasi smartphone kali ini mirip dengan notepad yang ada di kebanyakan smartphone. Bagi beberapa penulis, mungkin sudah lebih dulu menggunakan Jotterpad (11 MB), Writer+ ( 819 kB), Pure Writer (8,2 MB).

Ketiga aplikasi smartphone yang telah disebutkan di atas tentu saja memiliki nilai keunggulan tersendiri bagi setiap penggunanya. Kamu bebas menggunakan yang mana saja sesuai kenyamanan dan kemudahan mengaksesnya.

Hanya saja, melalui aplikasi smartphone Google Docs, kamu boleh membuat dan mengedit file yang sudah ada dari perangkat lain atau membuat file baru yang dapat dibagikan ke pengguna lain jika ingin mengedit atau menyuntingnya bersama-sama secara langsung.

Dengan Google Document, kamu enggak perlu menyalin naskahmu kembali dan mengirimnya melalui Aplikasi Smartphone WhatsApp jika ingin dikoreksi. Cukup tambahkan email teman kamu dan berikan izin ke mereka agar dapat menyunting tulisan yang ada di dalam file Google Docs. 

Selain itu, Google Docs dilengkapi fitur auto-save yang bisa kamu pilih akan disimpan ke perangkat smartphone atau disimpan ke Google Drive.

Tidak seperti aplikasi notepad lain, Google Docs dengan dukungan Google Drive tentu saja akan mem-back-up data secara otomatis tanpa khawatir kehilangan file jika hal yang tak diinginkan terjadi. Dengan demikian, kamu tentu saja bisa mengakses file tulisan kamu jika sewaktu-waktu mengganti perangkat ponsel.

Bagi beberapa orang, Google Docs dinilai kurang efektif karena hanya mampu mengerjakan tugas yang berbentuk format word saja, tidak seperti WPS yang jauh lebih lengkap karena mengandung banyak alat yang bisa memproses excel dan powerpoint

Sekarang, kamu ingin menulis saja atau mengerjakan proyek lain? Jika hanya ingin menulis saja ... Google Doc sebaiknya yang kamu pilih.

Namun, terlepas dari itu semua, hal yang membuat Google Docs lebih unggul, ya tentu saja fitur template; karena membuat tulisan menjadi lebih menarik jika hanya ingin mendapatkan aplikasi yang hanya digunakan untuk keperluan mengelola kata.


6. Google Keep

Masih dalam keluarga Google, kali ini ada aplikasi smartphone Google Keep yang bentuknya mirip dengan catatan dan daftar yang sering ada di beberapa smartphone keluaran terbaru.

Google Keep dikembangkan Google Inc. yang sudah ada sejak 20 Maret 2013. Aplikasi smartphone Google Keep menawarkan kemudahan mencatat ide dan membuat daftar.

Kamu bisa menggunakan Google Keep kalau tiba-tiba mendapatkan ide baru di momen yang tidak tepat. 

Di Google Keep, pengguna bisa menambahkan catatan, daftar, foto atau merekam suara yang tersimpan otomatis tanpa harus ribet mencarinya kembali.

Selain itu, Google Keep juga dapat diakses di lain perangkat menggunakan akun email yang sama. Keseruan menggunakan Google Keep sangat cocok buat kamu yang suka mencatat hal-hal kecil dan membuat daftar pekerjaan yang ingin dilaksanakan.


7. Google Drive

Tidak perlu diunduh, sebab Google Drive sudah tersedia secara gratis di handphone kamu. Aplikasi penyimpanan gratis berkapasitas ini cocok untuk menyimpan seluruh proyek pekerjaan kamu hingga 15 GB—dan bisa meng-upgrade kapasitas penyimpanan yang lebih besar dengan menyewanya setiap bulan jika kamu ingin.

Semua yang tersimpan otomatis dari Google Dokomen dan Google Keep akan tercadangkan di Google Drive, tetapi kamu harus rutin membersihkan sampah dari Google Drive kalau tidak ingin ruangan Google Drive kamu cepat penuh. Sebab, Google Foto juga menggunakan ruang penyimpanan Google Drive untuk menyimpan file foto.

Selain itu, apabila kamu mengganti perangkat atau ingin mengakses file dari perangkat lain. Cukup gunakan email yang kamu daftarkan untuk akun Google Drive, maka kamu bisa mengakses file yang telah disimpan tanpa harus menggunakan perangkat yang kamu gunakan untuk menyimpannya. 


8. Google Calendar

Nah, rasanya gak lengkap kalau segala aktivitas menulis itu enggak dijadwalkan secara matang. Google Kalender tentu saja sangat direkomendasikan buat kamu yang punya jadwal padat. Fungsi Google Kalender ya tentu saja mirip dengan kalender konvensional yang sering kamu corat-coret.

Mengapa Google Calender direkomendasikan untuk penulis? Sebab, dengan menggunakan Google Calender secara pasif dan aktif, kamu bisa mengevaluasi diri dan memberikan deadline secara serius. Jika demikian, tentu saja proses menulis akan terasa lebih matang dan terstruktur. 

Buat para Wattpader atau penulis yang sering mengirimkan naskahnya ke platform menulis. Google Calendar membantu kamu menjadwalkan pemeriksaan, pengeditan dan update chapter baru.

Sekarang tergantung kamu juga, seberapa aktif kamu menggunakan kalender di dalam aktivitas sehari-hari?

9. Grid Diary

Nah, yang senang banget menulis diary atau mencatat jurnal. Aplikasi Grid Diary sangat tepat! 

Aplikasi yang memenangkan penghargaan 'Aplikasi Harian Terbaik 2020' versi Google Play Award ini ngasih benefit yang bermanfaat banget. 

Buat kamu yang enggak tahu, menulis jurnal itu ada banyak manfaatnya. Seperti; 

  • 1. Mencatat memori
  • 2. Mengevaluasi diri
  • 3. Menciptakan kebiasaan menulis

Jadi, kalau kamu ingin menjadi seorang penulis. Biasakan diri untuk mencatat dan menulis tentang dirimu dulu di dalam jurnal. 

Percayalah, jurnal akan sangat membantu kamu jika sewaktu-waktu mengalami Writer Block.


10. Perpustakaan Nasional atau E-Perpusdikbud

Kedua aplikasi ini opsional, kamu bisa mencari buku-buku untuk keperluan referensi atau ingin menggali lebih dalam hal-hal yang membuat tulisanmu lebih bergizi. Mudahnya, kedua aplikasi ini bisa ngasih kamu buku-buku gratis yang dapat kamu pinjam.

Dipinjam, yo! Jadi, kamu harus lekas membaca buku yang kamu pinjam sesuai tenggat waktu dan sabar lah menunggu kalau kuota buku yang ingin kamu pinjam, habis.

Ini lah poin enggak enaknya, buku-buku yang ada di aplikasi ini biasanya memiliki jatah, jadi kalau bukunya sedang dipinjam orang lain, ya harus sabar menunggu.

Selain itu, buku yang dipinjam juga enggak bersifat permanen, akan hilang dalam kurun waktu tertentu—dan bisa dipinjam lagi kalau belum sempat menyelesaikannya.

Ada tiga rekomendasi aplikasi perpustakaan yang dikelola negara;

  • Ipusnas dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
  • E-Perpusdikbud dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Perpustakaan Keseneg dari Kementrian Sekretariat Negara

11. Story Plotter

Aplikasi smartphone satu ini merupakan aplikasi yang menawarkan penulis menyusun Plot. Di dunia kepenulisan, ada tiga tipe penulis dalam mempersiapkan plot. Nah, aplikasi ini cocok banget untuk tipe penulis Plotter yang senang menyusun plot terlebih dahulu sebelum menulis cerita. 

Dikembangkan oleh CreatorSupporter yang dirilis pada tanggal 25 September 2019.

Aplikasi Story Plotter membantu penulis menciptakan skenario dengan mencatat ide dan mencatat plot. Aplikasi ini dapat memprediksi persentase penggunaan kata di setiap bab dan menyelaraskan garis besar yang digunakan.

Story Plotter memiliki diagram korelasi karakter, evaluasi penyusunan latar dunia (World Building) wawancara karakter (Character Development) dan mengatur tema yang ingin digunakan (Story Telling).

Aplikasi penyusun plot ini dapat digunakan secara luring tanpa terkoneksi internet. Jika ingin menggunakan fitur penyimpanan dan ekstra proyek kerja, kamu bisa berlangganan IDR 50K setiap bulannya.

12. Timecap 

Aplikasi smartphone terakhir merupakan stopwatch yang membuatmu terbiasa menulis sesuai waktu yang diinginkan. Buat kamu yang suka banget menulis bebas atau tertarik menantang diri dengan menulis sesuai teknik menulis Pomodoro. 

Maka TimeCap sangat direkomendasikan. 
Aplikasi penghitung waktu TimeCap menjadi pemenang penghargaan Google Play Award 2020 dalam nominasi 'Aplikasi Pengembangan Diri Terbaik'.


Aplikasi smart TimeCap enggak cuma menghitung waktu yang kamu gunakan ketika melakukan sesuatu. Lebih dari itu, sesuai namanya; TimeCap juga mencatat hasil dari kebiasaan yang sudah kamu lakukan setiap harinya. 

TimeCap meng-back-up data hasil penghitungan waktunya ke server mereka. Jika kamu ingin mendapatkan benefit itu, kamu bisa membeli 'Prime' seharga IDR 35K perbulan atau IDR 290K untuk seumur hidup.

Namun, jika kamu hanya ingin menghitung waktu saja. Aplikasi ini masih bisa diakses secara gratis dan tanpa koneksi jaringan internet. 

Penutup :

12+ Aplikasi Smartphone yang memudahkan proses menulis di handphone tersebut tentu saja tidak seluruhnya harus kamu gunakan. Cukup pilih yang benar-benar worth it denganmu. 

For your information; keduabelas aplikasi yang telah disebutkan di atas membantu proses kepenulisan artikel ini. Bahkan fitur speech to text yang ada di dalam Google Keyboard benar-benar digunakan untuk memperjelas irama tulisan dalam artikel ini.

Lalu bagaimana denganmu?  Aplikasi Smartphone apa yang benar-benar membantumu menulis di smartphone? Berikan jawabanmu di kolom komentar, ya!  

Disusun oleh                     : Hend Jobers 
Atribut yang digunakan    : edited by Hend Jobers

Posting Komentar

11 Komentar

  1. Wahh.. Sebagian udah ada di smartphone, cuma belum digunain dengan baik untuk kegiatan menulis. Biasanya saya menggunakan apss colornote buat nyatet ide, tapi kadang gak kesimpen kalau habis ganti hape baru. Jadi catatan lama bisa hilang. Setelah baca disini mungkin next bakal nyobaik grid diary.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Grid Diary cocok buat pribadi yang hobi banget menulis kegiatan sehari-hari, kak. Cobain deh.

      Hapus
  2. Beberapa ada yang uda kupakai, tapi banyak juga apps yg aku baru Tau, tertarik pakai juga nih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rekomendasi aplikasinya memang kebanyakan sudah ada di Android. Jadi tinggal memanfaatkan yang sudah ada saja, kak. :)

      Hapus
  3. wooh meskipun ndak bisa nulis di HP karena kecil, tapi suka lihat aplikasi aplikasi yang bantun nulis ini, beberapa ada yg dipakai juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, menulis di Handphone memang opsional, kak. Kalau sudah terbiasa, pasti lebih efisien.

      Hapus
  4. Wah! Yang paling sering dan ngga terlupa adalah, Google Keep! xD Apapun mau memo, event, curhatan bahkan planning tulisan ada disana walaupun berakhir wacana. wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, kebanyakan dari kita memang senang banget bikin wacana, kak. Tapi dari wacana-wacana itu kita bisa evaluasi diri dan Google Keep membuat kita sadar telah banyak membuat wacana.

      Hapus
  5. Wah bener juga ya. Selama ini cuman fokus drive doang padahal sewaktu-waktu ram bisa aja penuh dan butuh beberapa alternatif diatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan cache dan file duplikat, kak. Harus sering-sering dibersihkan.

      Hapus
  6. wah bagus nih bang emang kadang banyak yang bingung juga untuk tools2 kayak gini tengkiu sudah berbagi ya bang

    BalasHapus

Bagaimana pendapatmu tentang artikel di atas? Ayo berdiskusi! Jangan segan untuk mengikuti sosial media kami untuk interaksi yang lebih intens. Kami begitu amat sangat senang dapat melihatmu di sini. Terima kasih.