Empat Persiapan Menulis Novel Fiksi yang Wajib Diketahui!

TipsMenulis.online -- Bagaimana sih cara memulai menulis novel? Pertanyaan semacam ini yang paling sering banget dipertanyakan para temen-temen yang ingin memulai menulis di forum-forum penulis mau pun grup Wattpad di Facebook.

Sebenarnya, cara memulai menulis novel itu hanya perlu mempersiapkan dasar-dasar cerita. Karena, dasar cerita itu lah yang akan menjadi bahan utama cerita novel

Bagaikan memasak makanan, tentu ketika memasak pasti ada bahan yang harus dilengkapi terlebuh dahulu. Misalnya, kalau hendak memasak kue kering, tentu bahan-bahannya ada tepung, telur, dan lain sebagainya. Pun demikian pula dengan menulis novel. 

Dasar cerita lah yang harus dipersiapkan sebagai bahan utama menulis novel. Dasar cerita yang menjadi bahan utama menulis itu novel itu disebut sebagai unsur-unsur novel, meliputi:

  • Karakter, 
  • Penokohan, 
  • Alur, 
  • Setting/Latar, dan 
  • Dialog. 

Bahan dasar cerita memang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memnulai menuli. Sangat disarankan untuk dipersiapkan ketika kamu sudah memiliki ide cerita dan telah menentukan genre ceritanya.

Tapi, tahukah kamu? Ada hal yang lebih spesifik yang menjadi bahan inti dari segala bahan-bahan dasar yang disebutkan di atas! 

Inti dasar menulis novel ini lah yang menjadi pondasi dan arah tujuan menulis novel. Bahan itu disebut ... premis.

Sehingga terjawablah pertanyaan ...

Bagaimana cara memulai menulis novel? Jawabnya, persiapkan premis cerita dengan cara memecah ide cerita menjadi tema, topik dan genre yang membuat kamu sebagai penulis tahu siapa target pembaca karya tulismu itu.

BAHAN DASAR YANG MENJADI INTI PERSIAPAN MENULIS NOVEL.

Bapak Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia punya kutipan kata seperti berikut;

Pekerjaan yang baik tanpa perencanaan hanya akan menjadi sulit. Perencanaan yang baik tanpa pelaksanaan hanya akan menjadi arsip.

Kutipan pak Jusuf Kalla di atas, mengingatkan bahwa sebelum melakukan apa pun, ada baiknya harus memiliki perancanaan yang jelas dan pelaksaan yang tepat. Hal itu juga berlaku ketika kamu hendak memulai menulis novel.

Ketika memulai menulis novel, dibutuhkan persiapan yang dapat memudahkan kamu saat menulisnya. Intinya, lakukan dan persiapkan hal-hal yang memudahkanmu menyelesaikan sesuatu, tidak apa-apa bila tak sempurna; yang penting terselesaikan!

Perencanaan yang dibutuhkan ketika mempersiapkan bahan dasar menulis novel yang sering digunakan oleh media-media lain; seperti film, serial televisi bahkan alur cerita di dalam game lebih dikenal sebagai 'Four Steps of Writing', meliputi;

    • Premis
    • Logline
    • Poin Plot
    • Outline.

Mari memahami 'Four Steps of  Writing' lebih dalam, di dalam artikel ini ada perincian yang mengupas keempat bahan dasar menulis. Setidaknya, jika pun kamu belum ingin menulis ide cerita yang telah kamu dapatkan sekarang, kamu sudah memiliki bahan-bahan yang dapat dieksekusi nanti.

1. PREMIS

Premis memiliki makna dari terjemahan kosa kata Bahasa Inggris (/premise) yang berarti; alasan, dan dasar pikiran. Sedangkan makna premis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti; landasan, asumsi, dan kalimat yang dijadikan dasar kesimpulan di dalam logika.

Menurut penjelasan dari James N. Frey, seorang guru menulis kreatif asal Amerika yang telah menulis buku-buku seputar tips menulis kreatif. Dia menjelaskan, bahwa:

Premis merupakan dasar cerita yang menjadi pernyataan inti di dalam cerita. Premis merupakan pondasi awal sebelum mempersiapkan nilai-nilai lainnya dan menjawab semua akibat dari tindakan karakter di dalam karya tulis.


James N. Frey

Jika kamu menyusun premis di awal sebagai landasan ide atau konsep dasar cerita, berarti kamu punya alasan tentang terbentuknya semua bagian cerita yang akan ditulis.

Perlu kamu ketahui, setiap cerita hanya memiliki satu premis. Hanya satu! Ingat itu! 

Mengapa hanya ada satu premis di setiap cerita? Sebab premis menjadi cikal bakal ide, dasar cerita atau hal yang menjadi pondasi pendukung dari seluruh plot yang ada seperti penjelasan dari James N. Frey di atas.

Fungsi premis secara garis besar dapat disimpulkan sebagai ide dasar cerita atau pondasi yang mendukung seluruh alur; sehingga nilai originalitas cerita ada di dalam premis-nya.

Pernyataan tentang premis pun pernah disimpulkan oleh Ernest Prakasa, seorang penulis naskah film dan komika berkebangsaan Indonesia, dalam konten SERIYOSA di kanal YouTube-nya

Premis merupakan pondasi awal sebelum mempersiapkan nilai-nilai lainnya di dalam karya tulis. Premis merupakan alasan mengapa ada keinginan menulis novel itu sehingga dijadikan sebagai pondasi yang kuat.

Premis adalah ungkapan yang dapat menjelaskan alasan atau kesimpulan yang mendasari seluruh cerita. Menurut Purdue OWL (Online Writing Laboratory) dijelaskan bahwa premis itu bagian integral atau keseluruhan yang tak terpisahkan dalam melandasi alasan gagasan, pendirian, dan pemikiran.

Dari penjelasan dari James N. Frey, Ernest Prakasa dan OWL di atas, maka dapat disimpulkan  bahwa menetapkan premis di awal persiapan menulis novel akan memberikan banyak waktu untuk mempermudah menulis cerita, mengembangkan ide dan menelusuri banyak riset.

CARA MENERAPKAN PREMIS DI AWAL CERITA.

Di kalangan penulis fiksi, ada tiga hal yang menjadi acuan ketika hendak menyusun premis di awal cerita sebagai landasan dasar;

  1. Protagonis
  2. Pencapaian
  3. Situasi

Contohnya; dari novel bestseller dan film yang menjadi favorit banyak orang di dunia, Harry Potter:

Harry Potter diberikan kesempatan bersekolah di asrama sihir Hogwart demi menggagalkan kebangkitan penyihir paling jahat di komunitas penyihir, Lord Voldemort.

Contoh lainnya ada novel fiksi distopian, Hunger Games:

Katniss Everdeen melakukan pencalonan diri sebagai peserta acara tahunan Hunger Games yang diselengarakan Capitol sebagai bentuk pencegahan pemberontakan, karena adiknya terpilih sebagai peserta mau tidak mau Katniss secara sukarela menjadi peserta relawan untuk menggantinkan adiknya, dengan begitu dia harus menang melawan 23 peserta lain jika ingin kembali ke distriknya.

Ada opsi lain yang datang dari penulis naskah film tanah air dan seorang komika,. Ernest Prakasa. Dia membagi premis menjadi tiga poin juga;

  • Who - Siapa
  • What - Apa
  • But - Tapi

Contohnya pertama dari film Cek Toko Sebelah 

Siapa - Juragan sembako
Apa - Mau mewariskan toko
Tapi - Anaknya lebih mengutamakan karir

Contoh lainya ada novel fiksi distopian juga, Divergent

Siapa - Beatrice Prior.
Apa - Mengikuti ujian pendewasaan di kotanya yang akan diklasifikasi menjadi lima faksi menurut karakter masing-masing.
Tapi - Beatrice ternyata seorang Divergent istilah untuk orang yang tidak masuk ke dalam lima faksi, karena memiliki banyak macam kepribadian yang menonjol di dalam dirinya.

2. LOGLINE

Jika premis menjadi ide dasar yang menjadi inti cerita dalam satu kalimat, maka log-line merupakan pengembangan dari premis yang berbentuk satu paragraf. 

Jelasnya, logline merupakan ringkasan cerita yang mengandung konflik utama dan menggambarkan keseluruhan isi cerita. Hal ini acap kali membuat logline disamakan seperti sinopsis. 

Padahal tidak!

Ada aneka ragam cara menyusun logline. Perihal menyusun logline, gunakan yang benar-benar cocok dan dapat digunakan sehingga mempermudah kamu ketika menulisnya. 

Di bawah ini, ada beberapa cara menyusun logline;

- MENYUSUN LOGLINE DENGAN FORMULA Killigator

Jika diulas, sebenarnya sebuah novel bisa dikatakan novel apabila bisa dibedah dengan menjawab asdikamba, seperti;

Siapa - Protagonis/Antagonis
Apa - Masalahnya
Kapan & Di mana - Setting/Latar Cerita
Bagaimana - Konflik
Kenapa - Pencapaiannya

Saat membuat logline pun, cobalah menggunakan format menjawab asdikamba seperti mengulas--review cerita. Agar mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, gunakan formula yang lebih akrab dengan sebutan Killigator, seperti berikut ini;

di dalam (Setting) seorang (Protagonis) memiliki (Masalah / disebabkan antagonis) dan harus menghadapi (Konflik) agar mampu mendapatkan (Pencapaian).

Jika menggunakan contoh dari Hunger Games, maka akan menjadi seperti ini;

Pada peringatan Hunger Games ke-74, Katniss Everdeen yang tinggal di distrik 12 harus mengikuti penuaian bersama adiknya Prim yang berusia 17 di tahun. Demi bertahan hidup, Katniss selalu mengambil jatah tambahan yang membuat namanya menjadi lebih banyak di mangkuk penuaian. Ketika penuaian tiba, adiknya Primrose Everdeen tanpa diduga terpilih menjadi peserta yang membuat Katniss langsung mengajukan sukarelawan diri agar dapat menggantikan posisi adiknya. Peeta Melark mewakili peserta laki-laki dari distrik 12. Akhirnya, Katniss bersama Peeta menuju Capitol dan secara resmi menjadi perwakilan peserta dari distrik 12 di acara tahunan Hunger Games ke-74, Peeta tidak berharap menjadi pemenang dalam kontes Hunger Games, dan lebih memilih memenangkan Katniss di perlombaan ini, hal itu membuat Haymitch pelatih mereka berdua bersama Effie juga Cenna si penata busana yang menjadi anggota tim mereka menyusun rencana pemenangan untuk mereka berdua.

3. PLOT POIN

Plot poin merupakan detail atau perincian peristiwa dan adegan yang berdampak pada kelangsungan alur cerita. Mudahnya, plot poin berarti menyusun arah cerita dan menjabarkan adegan yang akan ditulis.

Fungsi plot poin di awal cerita tentu saja dapat membantu penulis mengembangkan karakter, menjatuhkan detail-detail cerita dan mengantisipasi hadirnya plot hole di dalam cerita.

Plot poin juga dapat membantu penulis merancang dialog-dialog yang sesuai fungsi. Sehingga dialog yang dihidangkan ke dalam cerita lebih bermakna, berkarater dan membuat karakter lebih memiliki peran tanpa pembicaraan hambar penuh omong kosong.

a. MENYUSUN PLOT POIN

Teknik Stuktur : Tujuh Plot Poin berikut ini dikembangkan oleh penulis bergenre horor dan fiksi-ilmiah asal Amerika, Dan Wells.

Dan Wells menganjurkan ke para penulis ketika menyusun plot poin agar fokus ke ending cerita dengan resolusi cerita yang telah dipikirkan matang-matang. Kemudian, kembali lagi ke bagian awal cerita dengan poin-poin yang dijabarkan seperti berikut ini.

Struktur Plot Poin Film & Novel

Dengan memikirkan ending cerita di awal penyusunan, tentu dapat membantu penulis lebih fokus ke pencapaian yang ingin diraih, sehingga cerita tidak mengalami penyimpangan alur.

Berikut ini, Tujuh Poin Plot menurut Dan Wells.

1. HOOK 

Plot poin hook dimaksudkan agar dapat menarik minat pembaca melanjutkan cerita dengan penjelasan situasi setiap karakter dan kondisi latar serta waktu. Semua yang ditulis di awal cerita berperan sebagai pemantik minat pembaca. 

Dengan begitu, bagian awal cerita harus kontras dengan apa yang akan terjadi selanjutnya sampai ke bagian akhir cerita.

Misalnya;(lagi-lagi) Hunger Games

Pembaca diperkenalkan dengan situasi distrik dua belas dan latar belakang terjadinya Hunger Games berserta kondisi Katniss secara batin, fisik dan aktivitas yang dilakukannya sehari-hari di distrik 12, tempat tinggalnya.

Menyusun Plot Poin
Sumber : The New York Times

2. POIN PLOT PERTAMA

Dalam poin ini terjadi pergerakkan alur, menuntun protagonis ke konflik yang akan terjadi. Insiden kecil memiliki efek dan munculnya karakter-karakter lain, akan sering terjadi di dalam poin ini.

Misalnya; Hunger Games

Acara penuaian akan berlangsung, sosok Gale sebagai love-interest Katniss diperlihatkan dengan tujuan yang sudah mereka susun, kabur dari distrik 12. Hanya saja, Katniss masih berat hati sebab harus meninggalkan Primrose adiknya dan ibu mereka beserta kucing peliharaan adiknya yang ingin sekali Katniss makan.

3. PINCH

Pinch meningkatan alur yang membuat protagonis harus berhadapan dengan konflik. Di dalam poin ini, protagonis diberikan tekanan yang membuatnya secara terpaksa harus memilih menghadapi agar dapat menyelesaikan masalah.

Misalnya; Hunger Games.

Adik Katniss, Prim terpilih sebagai peserta perempuan yang mewakili distrik 12. Menyikapi itu dan tak ingin adiknya mati di dalam arena, Katniss langsung mengajukan diri sebagai peserta untuk menggantikan posisi adiknya.

Plot Poin Hunger Games
Sumber : Hunger Games Wiki

4. MIDPOIN

Dalam poin ini, karakter diperkenalkan dengan konflik yang sebenarnya. Di sini, beberapa karakter lain diperkenalkan ke pembaca, latar cerita mulai berganti dan beberapa insiden mulai mencuak.

Misalnya: Hunger Games.

Katniss dan Peeta akhirnya menjadi wakil dari distrik  12, mereka diperkenalkan dengan sosok pemenang sebelumnya, Haymitch yang kini harus menjadi mentor mereka berdua, serta Effie sebagai wali mereka. Sesampainya di Capitol, mereka diperkenalkan lagi dengan Cenna si penata rias dan peserta lainya dari distrik yang ada di Panem. Setelah itu, Katniss diberitahu tentang strategi dan rencana yang akan mereka gunakan ketika berada di arena.

5. PINCH KEDUA

Di peningkatkan yang kedua, agak mengacaukan pikiran dan mental protagonis. Misalnya, kematian,  kegagalan atau munculnya seorang pengkhianat.

Misalnya; Hunger Games.

Di acara pengenalan yang dipandu oleh pembawa acara kawakan dan favorit warga Capitol, Caesar Flickerman. Peeta mengungkapkan bahwa dia mengalami kebingungan setelah ditanya Caesar, tentang hal yang akan Peeta lakukan jika memenangkan Hunger Games. Di acara tersebut, Peeta mengungkapkan bahwa dia mencintai Katniss. Hal ini membuat batin Katniss tidak terima dan para penonton meningkatkan empati mereka. Padahal, ungkapan itu merupakan bagian dari strategi yang telah disusun Haymitch, mentor mereka tanpa sepengetahuan Katniss.

Plot Poin Hunger Games
Sumber : Hunger Games Wiki

6. PLOT POIN KEDUA

Dalam poin ini, protagonis telah menemukan kunci dari cara menghadapi konflik dan bagaimana cara mengakhir konflik yang terjadi. Singkatnya, dalam poin ini si protagonis sudah menyadari segala hal yang telah dihadapinya.

Misalnya; Hunger Games

Peeta dan Katniss menjadi peserta satu-satunya yang masih bertahan mewakili distrik. Sedangkan distrik yang lain hanya menyisahkan satu pejuang. Demi meningkatkan ketegangan, Game-maker melakukan perubahan aturan. Hal ini membuat drama percintaan Katniss dan Peeta semakin meningkat dan Katniss sudah menyadari itu.

Sumber : Pinterest

7. RESOLUSI

Akhirnya, konflik berakhir dengan membuat protagonis dan karakter-karakter lain mengalami perkembangan, mereka telah mengalami perubahan dari kondisi awal hingga berada di kondisi akhir. 

Misalnya:

Katniss dan Peeta berhasil memenangkan Hunger Games dan mengukir sejarah menjadi pemenang yang harusnya dimenangkan oleh satu orang. Menyadari itu, ternyata kemenangan mereka belum berakhir sepenuhnya. Katniss dan Peeta masih harus berpura-pura bahkan mengadakan pernikahan agar penikmat Hunger Games tidak merasa tertipu. Menyikpai itu, Presiden Snow menganggap hadirnya mereka berdua ke publik Panem sebagai ancaman pemberontakan dan masyarakat distrik yang lain juga menyadari itu.

Sumber : Hunger Games Wiki

4. OUTLINE

Apa itu outline? Pengertian outline secara bahasa bermakna garis besar. Namun juga merujuk ke makna kerangka cerita.

Jadi dapat disimpulkan, outline merupakan perencanaan menulis yang meliputi garis besar cerita seperti premis, logline dan plot poin, character development, world-building dan topik-topik yang akan ditulis.

Makna lain dari outline adalah rangkaian ide dan detail cerita yang ditulis secara jelas, rinci, logis, berstruktur, terencana dan sistematis.

Manfaat outline tak lain dan tak bukan tentu saja merekatkan partikel-partikel ide dan komponen cerita seperti premis, logline dan plot poin di atas, misalnya;

  • Memberikan gambaran besar sebagai visual bagi penulis
  • Menjaga alur cerita tetap berada sesuai rencana
  • Catatan panduan apabila penulis kehilangan arah, mood atau mengalami writer block

Fungsi outline ketika menulis novel akan membantu penulis menjaga tulisan tetap terorganisir dan searah dengan tujuan awal. Sehingga penulis dapat merekatkan ide-idenya.

Outline juga berfungsi sebagai ringkasan yang menjadi barang bukti bahwa tulisan yang kamu buat merupakan karya original dengan proses pengembangan berstruktur. Hal ini bagus agar dapat menyikapi kasus pelanggaran hak cipta atau plagirisme yang marak terjadi di kalangan penulis Wattpad.

Jika premis merupakan inti cerita dan logline merupakan dasar cerita, maka outline adalah tulang cerita yang semakin menguatkan pondasi cerita. Selain itu, ketika penulis telah memiliki outline, akan memudahkan penulis menghindari writer block dan bisa mengerjakan part-part sesuai perencanaan.

Singkatnya, outline merupakan skenario yang dapat membantu penulis menyelesaikan bagian-bagian yang sudah digarisbesarkan dan diprioritaskan!

Outline Novel

a. MENYUSUN OUTLINE

Bentuk outline tidak semerta-merta berupa tulisan esai, bisa berupa peta, dokumen atau halaman yang dihiasi dengan goresan dan coretan diagram serta tabel riset.

Proses penyusunan outline tidak seratus persen diwajibkan, penulis Stephen King bahkan tidak pernah menyusun outline, tapi penulis Harry Potter, JK Rowling melakukan ini.

Ketika menyusun outline, ada lima hal penting yang harus dikembangkan.

Pertama : Catat Premis dan Logline
Kedua : Menentukan Setting dan Latar
Ketiga : Mengupas Karakter yang berperan di dalam cerita.
Keempat : Menyusun Plot Poin
Kelima : Menyusun adegan yang akan terjadi di dialog

Tapi ingat, ketika telah memiliki outline. Penulis tidak harus terpaku pada outline yang sudah dibuat. Bisa saja mengubahnya ketika mendapatkan ide baru atau merasa tidak cocok saat menulis adegan yang telah direncanakan.

Intinya, gunakan outline hanya sebagai panduan, bukan sebagai panutan.

Kesimpulan dan Penutup:

Gunakan premis sebagai landasan pondasi cerita dan logline sebagai penguat pondasi. Setelah itu, catat detail-detail cerita dengan menjabarkan melalui plot poin.

Catat semuanya menjadi outline sehingga mampu menciptakan panduan dan daftar kerja. Selain itu, outline juga bisa mengatasi writer block yang disebabkan perubahan mood. 

Tentu, cara-cara seperti ini bisa jadi tidak berlaku bagi beberapa penulis. Sebab, dalam menyusun plot atau ploting; ada tiga tipe. Plotter, Pantser dan Plantser.:

Baca Juga : Tiga Tipe Penulis dalam Menyusun Plot

Akhir kata, Terima kasih. Langkah-langkah ini sangat mudah dan cocok diaplikasikan buat kamu yang baru pertama kali menulis novel dengan detail yang besar. 

- - - - -

Disusun oleh  Alfin E. Libra

Disunting dan dipublikasikan oleh Rayan Abdi Nugraha

9 komentar:

  1. Bermanfaat sekali ini. mau coba membuat novel deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, kak. Senang dapat berbagi. Langsung dicoba ya, kak. :)

      Hapus
  2. Wah keren banget tulisannya. Sangat bermanfaat banget ilmunya. Nulis cerpen aja kadang suka mentok di tengah jalan. Apa bisa ini step menulia novel dipakai juga untuk menulis cerpen mas alfin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Bunda Kamil. Tentunya bisa diaplikasikan juga untuk cerpen, dong. Tapi enggak sekompleks seperti ini.

      Hapus
  3. Lengkap banget ini. Kalau dipelajari bener-bener, bakal bisa lahirin 1 Novel sesuai persiapan yang sudah dilakukan. Nice topic min :)

    BalasHapus
  4. Good kak, satu lagi yang paling penting buang jauh-jauh mager nulis hehe

    BalasHapus

Bagaimana pendapatmu tentang artikel di atas? Ayo berdiskusi! Jangan segan untuk mengikuti sosial media kami untuk interaksi yang lebih intens. Kami begitu amat sangat senang dapat melihatmu di sini. Terima kasih.

Diberdayakan oleh Blogger.